Pangeran Arab Saudi: Riyadh Dukung Palestina, tapi Bukan Para Pemimpinnya
Kamis, 08 Oktober 2020 - 10:07 WIB
loading...
A
A
A
“Saya ingin menangis, hati saya terbakar melihat bagaimana kesempatan hilang lagi dan mungkin untuk yang terakhir kalinya, seolah-olah saya sedang melihat film diputar di depan mata saya,” katanya.
“Kesempatan datang, dan itu hilang. Setelah hilang, kami menyetujui apa yang kami tolak, dan kami menaruhnya di atas meja. Lalu orang berkata bahwa tidak ada apa-apa di atas meja, dan seterusnya, berulang kali. Seperti kata pepatah, dengan pengulangan Anda menjadi lebih pintar," ujarnya.
Menurutnya, ketika inisiatif yang dipimpin oleh Pangeran Abdullah dan Pangeran Bandar hampir membuahkan hasil di bawah pemerintahan Bush, serangan 11 September 2001 menggagalkannya pada menit terakhir.
Pangeran Bandar menjabat sebagai sekretaris jenderal Dewan Keamanan Nasional Saudi dari 2005 hingga 2015 dan kepala intelijen nasional Kerajaan dari 2014 hingga 2016.
“Kesempatan datang, dan itu hilang. Setelah hilang, kami menyetujui apa yang kami tolak, dan kami menaruhnya di atas meja. Lalu orang berkata bahwa tidak ada apa-apa di atas meja, dan seterusnya, berulang kali. Seperti kata pepatah, dengan pengulangan Anda menjadi lebih pintar," ujarnya.
Menurutnya, ketika inisiatif yang dipimpin oleh Pangeran Abdullah dan Pangeran Bandar hampir membuahkan hasil di bawah pemerintahan Bush, serangan 11 September 2001 menggagalkannya pada menit terakhir.
Pangeran Bandar menjabat sebagai sekretaris jenderal Dewan Keamanan Nasional Saudi dari 2005 hingga 2015 dan kepala intelijen nasional Kerajaan dari 2014 hingga 2016.
(min)
Lihat Juga :