Pangeran Arab Saudi: Riyadh Dukung Palestina, tapi Bukan Para Pemimpinnya
Kamis, 08 Oktober 2020 - 10:07 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah Iran telah mengadakan acara tahunan sejak Revolusi Islam 1979 yang disebut "Hari Quds", yang dimaksudkan untuk mengungkapkan dukungan bagi rakyat Palestina. Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah berjanji untuk membebaskan Yerusalem dari Israel.
Pangeran Bandar menegaskan kembali dukungan Kerajaan untuk Palestina, tetapi menjelaskan bahwa dia tidak menganggap kepemimpinan Palestina untuk mewakili perjuangan Palestina. (Baca juga: Palestina Kecam Normalisasi Bahrain-Israel: Tikaman dari Belakang! )
“(Para pemimpin Palestina yang menyangkal dukungan Arab Saudi untuk tujuannya) ini tidak akan memengaruhi keterikatan kami pada perjuangan rakyat Palestina. Tapi dengan orang-orang ini (para pemimpin) sulit untuk mempercayai mereka dan melakukan sesuatu untuk perjuangan Palestina dengan mereka," katanya.
Komentarnya muncul saat dia menguraikan apa yang dia gambarkan sebagai "kegagalan" bersejarah dari kepemimpinan Palestina, yang dia katakan telah menerima dukungan Arab Saudi secara cuma-cuma.
Dalam dua bagian wawancara sebelumnya, Pangeran Bandar menguraikan peran kepala Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Yasser Arafat dalam membuat frustrasi upaya Arab Saudi untuk mengamankan kesepakatan damai di Washington pada 1970-an dan 1980-an.
Di bagian tiga wawancara, Pangeran Bandar menjelaskan bagaimana Arafat telah menandatangani Perjanjian Oslo pada 1993, meskipun telah membatalkan kesepakatan sebelumnya yang berisi persyaratan yang sama. Dia juga menyuarakan kekesalannya pada Arafat yang diduga merusak Kesepakatan Camp David 2000, yang ditolak oleh pemimpin Palestina itu.
Pangeran Bandar menegaskan kembali dukungan Kerajaan untuk Palestina, tetapi menjelaskan bahwa dia tidak menganggap kepemimpinan Palestina untuk mewakili perjuangan Palestina. (Baca juga: Palestina Kecam Normalisasi Bahrain-Israel: Tikaman dari Belakang! )
“(Para pemimpin Palestina yang menyangkal dukungan Arab Saudi untuk tujuannya) ini tidak akan memengaruhi keterikatan kami pada perjuangan rakyat Palestina. Tapi dengan orang-orang ini (para pemimpin) sulit untuk mempercayai mereka dan melakukan sesuatu untuk perjuangan Palestina dengan mereka," katanya.
Komentarnya muncul saat dia menguraikan apa yang dia gambarkan sebagai "kegagalan" bersejarah dari kepemimpinan Palestina, yang dia katakan telah menerima dukungan Arab Saudi secara cuma-cuma.
Dalam dua bagian wawancara sebelumnya, Pangeran Bandar menguraikan peran kepala Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Yasser Arafat dalam membuat frustrasi upaya Arab Saudi untuk mengamankan kesepakatan damai di Washington pada 1970-an dan 1980-an.
Di bagian tiga wawancara, Pangeran Bandar menjelaskan bagaimana Arafat telah menandatangani Perjanjian Oslo pada 1993, meskipun telah membatalkan kesepakatan sebelumnya yang berisi persyaratan yang sama. Dia juga menyuarakan kekesalannya pada Arafat yang diduga merusak Kesepakatan Camp David 2000, yang ditolak oleh pemimpin Palestina itu.
Lihat Juga :