Tingkatkan Angka Kelahiran Jadi Solusi Atasi Pandemi di Singapura

Rabu, 07 Oktober 2020 - 10:15 WIB
loading...
A A A
Ledakan Jumlah Bayi

Secara keseluruhan, jumlah populasi global diperkirakan akan mencapai hingga 10,9 miliar jiwa pada 2100. Angka itu lebih rendah dibandingkan laporan Divisi Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dua tahun sebelumnya yang mencapai 11,2 miliar. Sampai Maret tahun ini, populasi global telah mencapai 7,8 miliar.

Manusia memerlukan waktu sekitar 200.000 tahun untuk mencapai 1 miliar jiwa dan 200 tahun untuk mencapai 7 miliar. Meski belakangan angka kelahiran menurun, populasi diperkirakan akan terus bertambah. Hal ini sesuai 1.690 sensus penduduk 1950-2018, juga angka kelahiran dan kematian di 163 negara.

Populasi global diestimasikan akan mencapai 8,5 miliar jiwa pada 2030, 9,7 miliar pada 2050, dan 10,9 miliar pada 2100. Sebagian pertumbuhan ini berasal dari negara tertentu. Menurut PBB, penyumbang terbesar berasal dari India, Pakistan, Kongo, Ethiopia, Tanzania, Indonesia, Mesir, dan Amerika Serikat (AS). (Baca juga: Canggih, Kecerdasan Buatan Mampu Prediksi Bakal Penyakit)

Dalam satu dekade ke depan, India diperkirakan akan melampaui China sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia. Saat ini, selisihnya sudah tipis. Jumlah populasi di China mencapai 1,39 miliar atau 18,1% dari populasi global sampai Juni tahun ini, sedangkan India 1,37 miliar atau 17,5% dari populasi global.

Sebaliknya, beberapa negara lain akan mengalami penurunan populasi menyusul adanya ketimpangan jumlah orang lanjut usia dengan angka kelahiran. China sendiri diperkirakan akan mengalami penurunan populasi sebanyak 31,4 juta atau 2,2% pada 2050. Adapun di Lithuania dan Bulgaria mencapai hingga 23%.

PBB menegaskan negara yang mengalami pertumbuhan dan penurunan akan menghadapi masalah masing-masing. Negara yang mengalami kenaikan perlu menyediakan sekolah, sarana kesehatan, dan pekerjaan yang memadai, sedangkan negara dengan angka kelahiran rendah akan menghadapi krisis SDM.

Para ahli memperingatkan pertumbuhan populasi akan mengancam ekonomi. “Angka pengangguran akan meningkat. India tidak akan mampu meresap semua generasi muda ke dalam dunia tenaga kerja. Kami tidak akan menuai manfaat dari banyaknya anak muda,” kata Arup Mitra, dari Institut Economic Growth.

Senada dengan Mitra, K Srinath Reddy dari Public Health Foundation India mengatakan Pemerintah India perlu menanamkan lebih banyak modal di sektor kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. “Kami perlu mengantisipasi permasalahan yang mungkin muncul dari permasalahan ini,” katanya. (Baca juga: RUU Cipta Kerja Sah Jadi UU, Ini Deretan dampak Buruknya bagi Rakyat)

Meski mencapai 1,37 miliar jiwa, jumlah populasi di India menurun sekitar 0,2% dibandingkan dua tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh rendahnya angka kesuburan. Pada 2017, Pemerintah India juga meluncurkan program parivar vikas atau penyebarluasan alat kontrasepsi dan layanan perencanaan keluarga.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
170.000 Bayi Korea Selatan...
170.000 Bayi Korea Selatan Diekspor ke Berbagai Negara untuk Diadopsi
3 Negara Asia Musuh...
3 Negara Asia Musuh Rusia, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Kisah Bayi Rachel Rollinson...
Kisah Bayi Rachel Rollinson Dibuang karena Dianggap Bawa Sial, 60 Tahun Kemudian Bertemu Ibu Kandungnya
Terkuat di Dunia, Ini...
Terkuat di Dunia, Ini 194 Negara Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Singapura
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
Kisah Singapura: Dulu...
Kisah Singapura: Dulu Menangis saat Dibuang Malaysia, Kini Jadi Negara Kaya
Bungkam Suara Oposisi,...
Bungkam Suara Oposisi, Politikus Singapura Dinyatakan Bersalah karena Berbohong kepada Parlemen
Calon Kuat Presiden...
Calon Kuat Presiden Korsel Setelah Yoon Suk Yeol Digulingkan, Salah Satunya Pendukung Senjata Nuklir
Yoon Suk Yeol Jadi Presiden...
Yoon Suk Yeol Jadi Presiden Ke-2 Korsel yang Dimakzulkan, Tak Dapat Uang Pensiun
Rekomendasi
Andi Yuslim Patawari...
Andi Yuslim Patawari Temui 2 Sahabatnya yang Kini Jadi Wali Kota Parepare dan Bupati Sidrap
Pemakaman Ray Sahetapy...
Pemakaman Ray Sahetapy Diselimuti Suasana Haru, Tangis Keluarga Tak Terbendung
Kiko Season 4 Eps Robo-Ruckus,...
Kiko Season 4 Eps Robo-Ruckus, Minggu, 6 April 2025 Jam 06.00 Pagi di RCTI
Berita Terkini
Siapa Sultan Hassanal...
Siapa Sultan Hassanal Bolkiah? Raja Brunei yang Punya Koleksi Ribuan Mobil
16 menit yang lalu
4 Bulan setelah Deklarasikan...
4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
1 jam yang lalu
Siapa Yuri Napso? Anggota...
Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
2 jam yang lalu
Pihak Ketiga Berusaha...
Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
3 jam yang lalu
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
4 jam yang lalu
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
5 jam yang lalu
Infografis
Usia Pensiun Pekerja...
Usia Pensiun Pekerja di Indonesia Naik Jadi 59 Tahun
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved