Twitter Hapus Posting Harapan Trump Meninggal karena Covid-19
Selasa, 06 Oktober 2020 - 12:17 WIB
loading...
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump memberi isyarat jempol kepada fotografer saat meninggalkan Walter Reed National Military Medical Center di Bethesda ke Gedung Putih di Washington, 5 Oktober 2020. Foto/Foto/REUTERS/Jonathan Ernst
A
A
A
SAN FRACISCO - Twitter menghapus tweet yang mengharapkan kematian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah terinfeksi virus corona baru ( Covid-19 ). Langkah ini memicu kritik bahwa platform media sosial tersebut harus memberlakukan kebijakan yang sama untuk semua orang.
Twitter yang berbasis di San Francisco menarik garis pada komentar pedas terhadap Trump yang menjalani rawat inap akibat infeksi Covid-19 pada hari Jumat. Platform media sosial itu memberi tahu pengguna bahwa mengungkapkan harapan atas kematian siapa pun melanggar kebijakan terhadap perilaku kasar di layanan pesan one-to-many. (Baca: Mantan Staf Obama Mentweet 'Saya Harap Dia Mati' saat Trump Positif Covid-19 )
"Tweet yang menginginkan atau mengharapkan kematian, cedera tubuh yang serius atau penyakit fatal terhadap siapa pun tidak diperbolehkan dan perlu dihapus," kata Twitter dalam sebuah posting.
Pihak Twitter selalu memberikan attached, sebuah tautan ke halaman kebijakan Twitter yang mengatakan tidak mentoleransi konten yang menginginkan, mengharapkan, atau mengungkapkan keinginan seseorang untuk meninggal atau terjangkit penyakit fatal.
Posting pihak Twitter tersebut memicu badai respons dari orang-orang yang berpendapat bahwa Twitter tidak konsisten dalam menegakkan aturannya. (Baca: Jubir Trump Positif Covid-19, Gedung Putih Jadi Cluster Corona )
"Jadi...Anda bermaksud memberi tahu kami bahwa Anda bisa melakukan ini sepanjang waktu?," tulis Anggota Parlemen Partai Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) dari New York dalam retweet pesan Twitter.
AOC mengeluarkan kritik tersebut karena politisi Partai Republik yang konservatif tanpa henti menggunakan media sosial untuk menyerangnya.
Twitter yang berbasis di San Francisco menarik garis pada komentar pedas terhadap Trump yang menjalani rawat inap akibat infeksi Covid-19 pada hari Jumat. Platform media sosial itu memberi tahu pengguna bahwa mengungkapkan harapan atas kematian siapa pun melanggar kebijakan terhadap perilaku kasar di layanan pesan one-to-many. (Baca: Mantan Staf Obama Mentweet 'Saya Harap Dia Mati' saat Trump Positif Covid-19 )
"Tweet yang menginginkan atau mengharapkan kematian, cedera tubuh yang serius atau penyakit fatal terhadap siapa pun tidak diperbolehkan dan perlu dihapus," kata Twitter dalam sebuah posting.
Pihak Twitter selalu memberikan attached, sebuah tautan ke halaman kebijakan Twitter yang mengatakan tidak mentoleransi konten yang menginginkan, mengharapkan, atau mengungkapkan keinginan seseorang untuk meninggal atau terjangkit penyakit fatal.
Posting pihak Twitter tersebut memicu badai respons dari orang-orang yang berpendapat bahwa Twitter tidak konsisten dalam menegakkan aturannya. (Baca: Jubir Trump Positif Covid-19, Gedung Putih Jadi Cluster Corona )
"Jadi...Anda bermaksud memberi tahu kami bahwa Anda bisa melakukan ini sepanjang waktu?," tulis Anggota Parlemen Partai Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) dari New York dalam retweet pesan Twitter.
AOC mengeluarkan kritik tersebut karena politisi Partai Republik yang konservatif tanpa henti menggunakan media sosial untuk menyerangnya.
Lihat Juga :