Mantan Staf Obama Mentweet 'Saya Harap Dia Mati' saat Trump Positif Covid-19

Sabtu, 03 Oktober 2020 - 08:06 WIB
loading...
Mantan Staf Obama Mentweet...
Tweet mantan staf Barack Obama, Zara Rahim, yang dinilai netizen mendoakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggal dunia. Foto/Tangkapan layar Twitter @ZaraRahim
A A A
WASHINGTON - Seorang staf mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama telah mem-posting dan kemudian menghapus tweet berbunyi; "Saya harap dia mati" pada saat Presiden Donald Trump dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru (Covid-19). Tweet itu ambigu karena tidak menyebut nama, namun memicu kecaman.

Zara Rahim, yang sebelumnya bekerja di Kantor Strategi Digital untuk Obama dan menjabat sebagai juru bicara nasional untuk kampanye presiden 2016 Hillary Clinton, menulis tweet; "Ini bertentangan dengan identitas moral saya untuk men-tweet ini selama empat tahun terakhir, tetapi, Saya harap dia mati." (Baca: Trump Dibawa ke RS, Diberi Obat REGN-COV2 untuk Lawan Covid-19 )

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Trump dan Ibu Negara AS Melania Trump dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 pada hari Jumat setelah sebelumnya ajudan utama Trump; Hope Hicks, didiagnosis serupa. (Baca juga : Dituduh Lakukan Sihir, Dua Orang Dipenggal dan Dibakar Massa di India )

Trump telah dibawa ke Walter Reed National Military Medical Center, sebuah rumah sakit militer di Bethesda, Md., pada Jumat. Sang preisden diberi obat bernama REGN-COV2 yang sejatinya belum disetujui penggunaannya oleh Food and Drug Administration (FAA). (Baca: Trump Diterbangkan ke Rumah Sakit Militer )

Rahim sudah menghapus tweet ambigu tersebut, namun tidak luput dari pantauan sejumlah pengguna media sosial yang selanjutnya mengecamnya. (Baca juga : AS Serius Eksplorasi Bulan, Ini Gambar 3D Kompleks Perumahannya )

"Mengejutkan dan memalukan. Tweet yang sekarang dihapus ini adalah reaksi terhadap Presiden Trump yang dites positif Covid-19 dari @ZaraRahim, mantan staf Gedung Putih Obama dan mantan Juru Bicara Nasional Hillary Clinton tahun 2016," tulis pengguna akun @piersorgan.

"Dihapus, tetapi daftar datang untuk semua, @ZaraRahim," tulis pengguna akun Twitter @SirajAH.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Perang Lagi! AS Gempur...
Perang Lagi! AS Gempur 80 Target Iran, Dibalas Serangan 85 Lokasi Pangkalan Militer Timur Tengah
Rekomendasi
Tak Mau Berhenti di...
Tak Mau Berhenti di Indonesian Idol, Dandy Panjawi Siap Sikat Casting Film hingga Rilis Mini Album?!
Pesan Menyentuh dan...
Pesan Menyentuh dan Akhir Perjalanan Jordan Henderson di Piala Dunia 2026
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
Berita Terkini
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved