Sistem Patriot dan THAAD AS Terlalu Fokus Ladeni Iran, Eropa dan Asia Timur Target Empuk Rusia dan China

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:40 WIB
loading...
Sistem Patriot dan THAAD...
Sekutu AS di Eropa dan Asia Timur menjadi rawan terhadap serangan Rusia dan China setelah sistem pertahanan Patriot dan THAAD AS dipindahkan ke Timur Tengah. Foto/US Army
A A A
WASHINGTON - Pentagon mungkin akan mengalihkan senjata Amerika Serikat (AS) dari Ukraina—termasuk pencegat rudal Patriot—ke Asia Barat untuk mengisi kembali amunisi dan pertahanan udara yang terkuras akibat perang Amerika-Israel melawan Iran. Demikian diungkap tiga orang yang mengetahui perkembangan tersebut kepada The Washington Post.

Pasukan AS juga telah menyerang lebih dari 10.000 target di seluruh Iran sejak perang dimulai pada 28 Februari, menurut kepala Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Laksamana Brad Cooper.

Baca Juga: Iran Bombardir Pangkalan-pangkalan Timur Tengah, Pasukan AS Lari ke Hotel

Relokasi sistem senjata dari Eropa Timur dan seluruh dunia—AS juga memindahkan baterai Patriot dan THAAD atau Terminal High Altitude Area Defence, dari Korea Selatan—akan meninggalkan celah dalam jaringan pertahanan udara terhadap potensi Rusia dan China. Sederhananya, sekutu Amerika di Eropa dan Asia Timur bisa menjadi target empuk Moskow dan Beijing.

Selain itu, dua baterai Patriot dipindahkan dari Jerman untuk memperkuat perbatasan selatan Turki setelah rudal Iran yang menargetkan provinsi Adana, Hatay, dan Gaziantep dicegat.

Keputusan akhir belum diambil mengenai PURL atau Daftar Prioritas Kebutuhan Ukraina, sebuah solusi sementara yang memungkinkan anggota NATO untuk membeli sejumlah peralatan militer terbatas dari Amerika Serikat dan mentransfernya ke Kyiv.

Namun, fakta bahwa AS mempertimbangkan untuk mengalihkan senjata-senjata tersebut dari Ukraina—yang terperangkap dalam perang empat tahun (dan terus berlanjut) yang diklaim Presiden AS Donald Trump dapat diakhiri dalam 24 jam—menggarisbawahi kekhawatiran tentang AS yang "menghabiskan amunisi" untuk menghancurkan pintu depan Teheran.

Haruskah NATO dan Ukraina Khawatir?


Tingkat penggunaan yang cepat, menurut laporan The Washington Post, mengkhawatirkan sekutu Eropa.

Kekhawatirannya adalah Washington akan menghabiskan persediaannya dan menunda atau mengganggu pesanan mereka, sehingga mengurangi lapisan dalam sistem pertahanan udaranya ketika gelombang serangan Rusia berikutnya diluncurkan.

"Sekarang ada pertanyaan tentang berapa banyak yang akan terus mereka berikan melalui kesepakatan (PURL)," kata dua diplomat Eropa kepada The Washington Post dengan syarat anonim, Jumat (27/3/2026).

Namun, seorang pejabat NATO mengatakan kepada Reuters bahwa blok tersebut terus berkontribusi pada program itu dan mengatakan: "Peralatan terus mengalir ke Ukraina (dan) kami mengharapkan lebih banyak lagi yang akan menyusul."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved