Sistem Patriot dan THAAD AS Terlalu Fokus Ladeni Iran, Eropa dan Asia Timur Target Empuk Rusia dan China

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:40 WIB
loading...
A A A
NATO telah berkomitmen USD4 miliar untuk Ukraina di bawah PURL sejak Agustus 2025.

Program PURL memasok 75 persen baterai Patriot Ukraina. Pengalihan rute pasokan ke Timur Tengah ini dapat meninggalkan celah signifikan di langit Ukraina, cukup bagi Rusia untuk memanfaatkannya dengan tembakan mematikan.

The Washington Post mengutip juru bicara Pentagon yang mengatakan "AS akan memastikan sekutu dan mitranya memiliki apa yang mereka butuhkan untuk berperang dan menang", tetapi tidak berkomentar lebih lanjut.

Sebagai informasi tambahan, AS dilaporkan meminta bantuan Ukraina untuk melawan serangan drone Iran. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan telah ada permintaan dari pihak Amerika, tetapi bersikeras bahwa tidak akan ada bantuan yang diberikan jika pertahanan negaranya melemah dengan cara apa pun.

Menurutnya, lebih banyak rudal Patriot akan meyakinkan Kyiv untuk memberikan pencegat drone kepada AS.

Kekhawatiran Korea Selatan


Dalam kasus Korea Selatan, situasi ini dapat melemahkan pencegahan yang menjaga China dan Korea Utara tetap terkendali.

Dalam sebuah editorial, The Korea Herald mengatakan, "Baterai Patriot dan THAAD sangat penting bagi perisai AS-Korea Selatan terhadap rudal balistik Korea Utara, sehingga penarikan mereka akan membawa implikasi keamanan yang serius bagi Seoul."

Ada kekhawatiran tambahan tentang AS yang tidak mengembalikan baterai ini ke Korea Selatan setelah perang Iran berakhir—kapan pun itu—, mengingat sikap keras Trump tentang sekutu yang harus ikut berperan dalam bidang pertahanan.

Bukan hanya Seoul yang merasa cemas. Menipisnya persediaan amunisi AS dapat membuat tempat-tempat seperti Taiwan rentan, terutama karena China telah meningkatkan pembangunan militer selama beberapa tahun terakhir dan Korea Utara sekarang mampu membangun rudal yang lebih canggih.

Anggota parlemen Taiwan, Chen Kuan-ting, seperti dikutip Bloomberg, mengatakan: "Aset militer AS tidak dapat dikerahkan di dua tempat sekaligus."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Mengintip Kunci Sukses...
Mengintip Kunci Sukses Anas Fikry dan Risky Adelia Regina Putri: Padukan Kehangatan Keluarga dan Aksi Sosial
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Berita Terkini
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved