Sistem Patriot dan THAAD AS Terlalu Fokus Ladeni Iran, Eropa dan Asia Timur Target Empuk Rusia dan China

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:40 WIB
loading...
A A A
"Mengerahkan aset militer utama di Asia dan menghadapi pesaing utamanya di sini (merujuk secara tidak langsung kepada China) lebih sesuai dengan kepentingan AS," kata Chen, yang merupakan anggota Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional.

Masalah Iran bagi AS


Pasukan AS menembakkan sejumlah besar rudal pencegat—dari sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD—untuk menetralisir ribuan drone kamikaze Shahed berharga murah dan diproduksi massal yang telah ditembakkan Iran ke target militer, sipil, dan infrastruktur energi di seluruh Asia Barat.

Sebuah laporan Kongres AS yang diterbitkan pekan lalu menunjukkan bahwa persediaan rudal pencegat untuk THAAD sangat rendah, berpotensi menghambat pasukan Amerika dalam keterlibatan militer saat ini dan di masa mendatang, setidaknya sampai jumlah yang cukup dapat diproduksi.

Laporan menunjukkan bahwa ini bisa memakan waktu tiga hingga delapan tahun. Pada bulan Januari, produsen THAAD utama, Lockheed Martin, menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan produksi tahunan dari 96 menjadi 400 unit per tahun, meskipun ini terkait dengan jalur tujuh tahun.

Uni Emirat Arab (UEA) telah menggunakan sistem anti-rudal Patriot AS terhadap serangan Iran.

Setiap rudal THAAD diperkirakan berharga USD12,5 juta dan Washington telah menghabiskan 5.197 rudal ini dan opsi pencegat lainnya, termasuk Patriot dan SM-3, pada hari-hari awal perang, menurut laporan Kongres AS.

Jerusalem Post melaporkan 943 rudal pencegat Patriot yang ditembakkan setara dengan produksi 18 bulan. Secara keseluruhan, Washington dilaporkan menghabiskan USD10-USD16 miliar dalam empat hari.

Penting untuk dicatat bahwa laporan Kongres AS tidak menunjukkan kekurangan yang mendesak. Sebaliknya, laporan tersebut memperingatkan potensi masalah permintaan dan penawaran untuk skenario konflik di masa depan.

Artinya, bagi NATO dan sekutu-sekutu Asia, kekhawatiran bukan hanya tentang pertahanan udara yang rentan saat ini, tetapi juga tentang wilayah udara yang relatif tidak terlindungi ketika perang berikutnya pecah, di mana pun itu terjadi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Daftar Lengkap Hasil...
Daftar Lengkap Hasil Final Piala Dunia dari 1930 hingga 2026 Beserta Skornya
Rekomendasi
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Pre-Book Coolray, SUV...
Pre-Book Coolray, SUV ICE Geely Pertama di Indonesia Resmi Dibuka
DBD Tak Lagi Penyakit...
DBD Tak Lagi Penyakit Musiman, Ahli Minta Pencegahan Dengue Sepanjang Tahun
Berita Terkini
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved