Iran Bombardir Pangkalan-pangkalan Timur Tengah, Pasukan AS Lari ke Hotel

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:34 WIB
loading...
Iran Bombardir Pangkalan-pangkalan...
Pangkalan Ali al-Salem di Kuwait, salah pangkalan AS di Timur Tengah yang dibombardir Iran. Foto/Screenshot video Al Jazeera
A A A
TEL AVIV - Work from Home (WFH), yang berarti bekerja dari rumah atau bekerja jarak jauh, menjadi istilah sangat populer selama pandemi Covid-19. Para tentara Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah sekarang dilaporkan menjalani WFH versi lain dalam perang melawan Iran, yang telah memasuki minggu keempat.

Pengeboman pangkalan-pangkalan AS di kawasan itu oleh Iran sebagai balasan atas perang AS-Israel telah memaksa banyak pasukan Amerika untuk lari pindah ke hotel dan ruang kantor di seluruh wilayah tersebut. Demikian diungkap The New York Times (NYT) mengutip personel militer dan pejabat Amerika.

Baca Juga: 4 Skenario Bila Pasukan Darat AS Serbu Iran: Bisa Duduki Situs Nuklir, Juga Bisa Dibantai IRGC

Menurut laporan NYT, Kamis (26/3/2026), sebagian besar pasukan militer darat berperang sambil bekerja dari jarak jauh. Pengecualiannya adalah pilot dan awak pesawat tempur yang mengoperasikan dan memelihara pesawat tempur serta melakukan serangan.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah mendesak masyarakat Timur Tengah untuk melaporkan lokasi-lokasi baru tempat pasukan AS berlindung karena mereka sedang memburu pasukan yang tersebar tersebut.

Para pejabat militer AS mengatakan bahwa ancaman IRGC itu tidak menghentikan Pentagon untuk melanjutkan perang melawan Iran, yang dimulai pada akhir Februari ketika serangan udara gabungan AS-Israel membunuh pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei.

"Semoga setiap peluru mengenai sasarannya terhadap musuh-musuh kebenaran dan bangsa kita yang agung," kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam doanya saat kebaktian Kristen pada hari Rabu. Ini merupakan kebaktian bulanan pertamanya di Pentagon sejak perang Iran dimulai.

"Aku mengejar musuh-musuhku dan menyusul mereka, dan tidak berbalik sampai mereka binasa," lanjut Hegseth membacakan kutipan dari Mazmur, selama kebaktian yang disiarkan langsung.

Namun, relokasi pasukan ke lokasi sementara—seorang pejabat menyebutnya "alternatif"—menimbulkan pertanyaan tentang persiapan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk perang tersebut, menurut laporan NYT.

"Meskipun telah dilancarkan serangan udara yang hebat, Iran masih memiliki beberapa kemampuan," kata Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine dalam konferensi pers Pentagon pekan lalu.

Para pejabat Iran menuduh militer AS menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia dengan menempatkan pasukan Amerika di hotel-hotel.

"Kami terpaksa mengidentifikasi dan menargetkan Amerika," kata sayap intelijen Korps Garda Revolusi Islam dalam sebuah pesan kepada masyarakat di wilayah Timur Tengah, seperti diberitakan Tasnim News Agency. "Oleh karena itu, lebih baik tidak melindungi mereka di hotel dan menjauhi lokasi mereka."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Israel Tangkap Mufti...
Israel Tangkap Mufti Agung Yerusalem Sheikh Hussein, Larang Masuk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
Berita Terkini
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved