Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina Divonis Hukuman Mati

Senin, 17 November 2025 - 19:02 WIB
loading...
A A A
Ia menyatakan bahwa ia "sangat bangga dengan rekam jejak pemerintahnya dalam hak asasi manusia dan pembangunan".

Pemerintah sementara Bangladesh menyebut hukuman mati bagi mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina sebagai "putusan bersejarah", dan menambahkan bahwa signifikansinya "sangat dalam".

Namun, pemerintah juga menyerukan agar tetap tenang - menambahkan bahwa emosi dapat memuncak setelah putusan tersebut. Pemerintah menambahkan bahwa segala upaya untuk menciptakan "anarki, kekacauan, atau mengganggu ketertiban umum akan ditindak tegas".

Bangladesh saat ini memiliki pemerintahan sementara yang dipimpin oleh peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus, yang dibentuk setelah protes yang dipimpin mahasiswa yang menggulingkan partai Liga Awami pimpinan Sheikh Hasina yang saat itu berkuasa.

Sementara itu, Shireen Huq, seorang aktivis hak asasi manusia yang berbasis di Dhaka, Bangladesh, mengatakan "hukuman berat" untuk Sheikh Hasina dalam putusan hari ini tidak akan memberikan penghiburan bagi keluarga korban tewas dan luka-luka dalam penumpasan brutal terhadap protes tahun lalu.

Huq bekerja dengan orang-orang yang terluka parah dan diamputasi akibatnya. "Mereka tidak akan pernah bisa memaafkannya," katanya.

Huq melanjutkan dengan mengatakan bahwa kemarahan terhadap Sheikh Hasina dan Liga Awami "belum mereda... baik dia maupun partainya belum meminta maaf atau menunjukkan penyesalan atas pembunuhan ratusan orang".

"Hal ini membuat partai tersebut sulit diterima oleh mayoritas masyarakat di negara ini," tambahnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
Rakyat Kuba Sudah Marah...
Rakyat Kuba Sudah Marah karena Krisis Energi! Kantor Partai Komunis Dijarah
BNP Menang Pemilu Bangladesh,...
BNP Menang Pemilu Bangladesh, Raih 209 dari 297 Kursi
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Jenderal Lebanon Dibunuh...
Jenderal Lebanon Dibunuh Israel, Hizbullah: Kejahatan Keji!
Rekomendasi
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Infografis
Mantan Mendikbudristek...
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim Terseret Pengadaan Laptop
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved