5 Fakta Israel Menciptakan Kelaparan di Gaza yang Memicu Kecaman Dunia

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 17:40 WIB
loading...
A A A
Lebih banyak bantuan telah masuk dalam beberapa minggu terakhir dan harga beberapa barang yang sangat tinggi di pasar sedikit menurun – meskipun bagi banyak warga Palestina, harganya sangat mahal. Terkadang harga tepung mencapai di atas USD85 per kilogram, meskipun angka tersebut mulai menurun.

PBB dan organisasi-organisasi bantuan mengatakan bahwa meskipun Israel melonggarkan beberapa pembatasannya terhadap masuknya makanan ke Jalur Gaza, Israel masih menempatkan hambatan dan rintangan yang signifikan dalam pengumpulan dan pendistribusian bantuan.

Organisasi-organisasi tersebut mengatakan yang dibutuhkan adalah 600 truk per hari yang membawa barang ke Gaza agar warga dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka – saat ini hanya setengahnya yang diizinkan masuk.

Israel juga mulai mengizinkan pengiriman bantuan melalui udara, sesuatu yang dikritik sebagai tidak efisien, berbahaya, dan pada akhirnya menjadi gangguan bagi organisasi-organisasi kemanusiaan.

Tuduhan Israel bahwa Hamas bertanggung jawab atas krisis kelaparan juga telah dikritik. Berbagai laporan, termasuk laporan internal pemerintah AS, tidak menemukan bukti pengalihan bantuan secara sistematis oleh Hamas.

Memang terjadi penjarahan truk yang meluas saat memasuki Gaza – tetapi lembaga-lembaga bantuan mengatakan sebagian besar penjarahan dilakukan oleh kerumunan warga Palestina yang putus asa dan beberapa kelompok terorganisir yang mencoba meraup keuntungan dari penjualan kembali.

Pada akhirnya, lembaga-lembaga bantuan telah berulang kali menegaskan selama berbulan-bulan bahwa untuk mencegah kelaparan dan paceklik, Gaza perlu dibanjiri bantuan yang masuk melalui jalur darat dan saat ini Israel masih memberlakukan pembatasan.

5. Memanfaatkan Kesempatan untuk Menginvasi Gaza

Israel minggu ini telah mengizinkan pemanggilan puluhan ribu pasukan cadangan untuk melakukan invasi dan pendudukan kontroversialnya di Kota Gaza, wilayah di mana IPC telah menyatakan terjadinya bencana kelaparan.

Netanyahu mengatakan pengambilalihan adalah pilihan terbaik untuk mengalahkan Hamas, mengakhiri perang, dan memulangkan sandera Israel dari Gaza.

Invasi tersebut akan memaksa sekitar satu juta warga Palestina yang tinggal di Kota Gaza dan sekitarnya untuk mengungsi. Israel telah menginstruksikan petugas medis dan lembaga bantuan untuk bersiap-siap dan menyusun rencana evakuasi dari wilayah tersebut.

Sebuah pernyataan bersama dari sejumlah organisasi PBB, termasuk Unicef, Program Pangan Dunia, dan Organisasi Kesehatan Dunia, menyatakan kekhawatiran tentang rencana serangan tersebut, dengan mengatakan "serangan tersebut akan menimbulkan konsekuensi yang lebih buruk bagi warga sipil yang sudah mengalami kelaparan."

"Banyak orang – terutama anak-anak yang sakit dan kekurangan gizi, lansia, dan penyandang disabilitas – mungkin tidak dapat dievakuasi."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Piala Dunia dari 1930 hingga 2026, Negara Mana yang Terbanyak?
Rekomendasi
Selamat Datang Piala...
Selamat Datang Piala Dunia 2030: Pesta Sepak Bola 6 Negara dan 3 Benua!
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Status Tersangka Roy...
Status Tersangka Roy Suryo Tetap Sah, Polda Metro Jaya: Putusan Hakim Harus Dihormati
Berita Terkini
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved