Usai Perang, Tebak Siapa yang Didekati Pakistan dan India?

Jum'at, 23 Mei 2025 - 16:23 WIB
loading...
A A A
“Meskipun Pakistan telah mendorong pemulangan warga Afghanistan yang tidak berdokumen, Kabul memandang deportasi semacam itu sebagai hukuman,” papar dia.

Dia menjelaskan, “Jika dialog ini merupakan indikasi pengakuan kedua belah pihak bahwa konfrontasi tidak dapat dipertahankan, terutama di tengah pergeseran keberpihakan regional dan tekanan ekonomi, maka itu pertanda baik.”

Shaheen dari Taliban mengatakan meskipun Kabul menginginkan hubungan baik dengan Islamabad, hubungan tersebut harus “dibalas” dan “permainan menyalahkan” tidak menguntungkan siapa pun.

“Kami telah mengambil langkah-langkah praktis sejauh menyangkut kami,” ungkap dia, seraya mencatat Afghanistan telah mulai membangun pos pemeriksaan “di sepanjang garis yang berbatasan dengan Pakistan untuk mencegah siapa pun menyeberang”.

“Namun, keamanan internal mereka adalah tanggung jawab pasukan keamanan mereka, bukan tanggung jawab kami,” papar dia.

China, dalam pembicaraan trilateral di Beijing pada hari Rabu, mengatakan Kabul dan Islamabad pada prinsipnya telah sepakat meningkatkan hubungan diplomatik dan akan segera mengirim duta besar masing-masing.

Kendati demikian, Akhtar tidak memperkirakan "ketidakpercayaan mendasar" antara kedua negara tetangga, khususnya atas dugaan tempat perlindungan TTP, akan "berakhir dalam waktu dekat".

"Kita harus melihat perubahan ini sebagai bagian dari manajemen krisis Pakistan yang lebih luas pasca-krisis India-Pakistan daripada rekonsiliasi struktural," tegas Akhtar.

Apa yang Diinginkan Iran dari Hubungannya dengan Taliban?


Seperti India, Teheran menolak mengakui Taliban saat pertama kali berkuasa, sementara mendukung Aliansi Utara, khususnya setelah pembunuhan diplomat Iran di Mazar-i-Sharif tahun 1998 oleh pejuang Taliban.

Iran mengumpulkan ribuan tentara di perbatasan timurnya, hampir berperang dengan Taliban atas insiden tersebut.

Khawatir tentang jejak militer AS yang luas di wilayah tersebut pasca-9/11, Iran dikatakan diam-diam terlibat dengan Taliban, menawarkan dukungan terbatas dalam upaya melawan pengaruh Amerika dan melindungi kepentingan strategisnya sendiri.

Sejak Taliban mengambil alih kendali negara itu hampir empat tahun lalu, Iran kembali menunjukkan keinginannya membangun hubungan dengan para penguasa di Kabul dalam sejumlah masalah keamanan, kemanusiaan, dan perdagangan, menurut para analis.

Shaheen, kepala kantor Taliban di Doha, mengatakan Iran dan India sebelumnya mengira kelompok itu "di bawah pengaruh Pakistan”.

“Sekarang mereka tahu itu bukan kenyataan. Mengingat kenyataan di lapangan ini, mereka telah mengadopsi pendekatan baru yang realistis dan pragmatis, yang baik untuk semua orang,” ungkap dia.

Ibraheem Bahiss, analis di International Crisis Group, mengatakan pertemuan antara Muttaqi dan Presiden Iran Pezeshkian tidak menandakan “pengakuan resmi yang akan datang”.

Namun, katanya, “pertimbangan pragmatis” telah mendorong Iran melibatkan Taliban, mengingat “kepentingan utamanya” di Afghanistan.

“Dari segi keamanan, Teheran menginginkan sekutu dalam menahan cabang lokal ISIS (ISIL). Teheran juga telah berupaya memperluas hubungan dagangnya dengan Afghanistan, yang kini menjadi salah satu mitra dagang utamanya,” ungkap dia kepada Al Jazeera.

Pada Januari 2024, dua bom bunuh diri di Kerman menandai salah satu serangan paling mematikan di Iran dalam beberapa dekade, yang menewaskan 94 orang. Negara Islam Provinsi Khorasan (ISKP), cabang ISIL yang berbasis di Afghanistan, mengaku bertanggung jawab.

Dalam beberapa tahun terakhir, ISKP juga muncul sebagai tantangan signifikan bagi pemerintahan Taliban, setelah melakukan beberapa serangan besar di seluruh Afghanistan.

Bahiss menambahkan Teheran juga membutuhkan “mitra yang bersedia” dalam menangani masalah sekitar 780.000 pengungsi Afghanistan di Iran, serta “air lintas batas yang mengalir dari Sungai Helmand”.

Pada Mei 2023, ketegangan antara kedua negara tetangga itu berkobar, yang menyebabkan bentrokan perbatasan di mana dua penjaga perbatasan Iran dan satu pejuang Taliban tewas.

Kekerasan itu terjadi setelah mantan Presiden Iran yang sekarang sudah meninggal Ebrahim Raisi memperingatkan Taliban untuk tidak melanggar Perjanjian 1973 dengan membatasi aliran air dari Sungai Helmand ke wilayah timur Iran.

Para penguasa Taliban di Afghanistan membantah tuduhan tersebut.

Baca juga: Setelah Serang Pakistan, India Kini Gempur Habis-habisan Kaum Maois
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
1 Anggota Pasukan Perdamaian...
1 Anggota Pasukan Perdamaian PBB Tewas, 2 Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon
Viral KBRI Tokyo Umumkan...
Viral KBRI Tokyo Umumkan Resepsi Pernikahan Orang Utan Kalimantan di Tobe Zoo Jepang
Rekomendasi
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Berita Terkini
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved