Ketergantungan Banyak Negara ke China Makin Mengkhawatirkan

Sabtu, 05 September 2020 - 06:48 WIB
loading...
A A A
“Untuk mengurangi ketergantungan dari China , perlunya negara melakukan diversifikasi ekonomi,” saran Oliver Tonby dari lembaga konsultan manajemen McKinsey. Negara-negara seperti Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Vietnam juga tergantung dengan perekonomian China karena menjadi satu di antara mata rantai perdagangan Beijing.

Sementara dalam diplomasi, China mengalahkan AS sebagai negara dengan jumlah pos diplomasi terbesar di dunia. Itu mengindikasikan ambisi internasional Beijing untuk memperkuat geopolitik dan mengembangkan perdagangan. (Baca juga: 5 Camilan Malam yang Enak, Juga Menyehatkan)

Laporan yang dipublikasikan dalam Global Diplomacy Index oleh Lowy Institute berbasis di Sydney, berpijak pada analisis jumlah kedutaan besar (kedubes) dan konsulat yang dimiliki suatu negara di seluruh dunia. Indeks Diplomasi Global Lowy 2019 itu memetakan 61 jaringan diplomasi di seluruh dunia baik kedubes, konsulat, misi permanen, dan posisi diplomatik lainnya.

Mereka melacak seluruh negara anggota G-20 dan OECD dan sebagian besar adalah negara Asia. Berdasarkan laporan tersebut, China memiliki 276 posisi diplomasi secara global atau selisih tiga dibandingkan AS. Washington dan Beijing memiliki jumlah kedubes yang sama, tetapi China memiliki lebih banyak konsulat lebih banyak dibandingkan AS.

Presiden China Xi Jinping memiliki agenda ambisius untuk menjadikan China sebagai negara superpower baik secara ekonomi dan militer di dunia. “Xi memiliki semua kekuatan. Tapi, kita tidak mengetahui bagaimana dia ingin menggunakannya untuk apa,” kata Kerry Brown, direktur Institute China Lau di King's College London, dilansir Channel News Asia. “Jika itu digunakan untuk menangkal tantangan China, itu akan menjadi hal baik. Jika tidak, itu akan menjadi masalah mendalam,” ucapnya. (Lihat videonya: Pekerja Diduga Lalai, Dua Bangunan Ruko Roboh)

Dalam bidang ekonomi, China menabuh genderang perang perdagangan dengan Amerika Serikat. Beijing semakin percaya diri dengan stabilitas politik dan ekonominya. “Di masa depan, Xi akan memimpin China sangat lama. Itu menjadi jaminan kalau hubungan luar negeri akan stabil dan bisa diprediksi,” ujar Wu Xinbo, pakar perpolitikan AS di Universitas Fudan. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Perang Semakin Sengit,...
Perang Semakin Sengit, Inggris Mulai Tarik Staf Kedubes dari Iran
Rekomendasi
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Berita Terkini
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved