Ketergantungan Banyak Negara ke China Makin Mengkhawatirkan

Sabtu, 05 September 2020 - 06:48 WIB
loading...
A A A
Terbaru adalah pengakuan Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan bahwa masa depan negara kini bergantung kepada China. Namun, dia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi China yang lebih cepat dibandingkan negara lain di dunia menjadikan Pakistan juga ikut diuntungkan. Ketika China terus menjadi negara maju, rakyat Pakistan akan diuntungkan keluar dari kemiskinan.

“Ekonomi masa depan Pakistan berkaitan dengan China dan hubungan bilateral Islamabad dan Beijing lebih baik dibandingkan sebelumnya,” kata Khan dalam wawancara dengan Al Jazeera beberapa waktu lalu. Meski demikian, kedekatan Pakistan dengan China juga menguntungkan dalam geopolitik seiring konflik Beijing dan New Delhi di perbatasan mereka.

Pada awal Agustus lalu Pakistan menyepakati proyek mahal Koridor Ekonomi China-Pakistan bernilai USD6,8 miliar untuk meningkatkan jalur kereta api. Itu bagian kecil dari janji Beijing untuk proyek infrastruktur senilai USD60 miliar di Pakistan dalam rangka Jalur Sutra. Proyek itu akan memperbaiki jalur kereta sepanjang 2.655 km sehingga meningkatkan kapasitas perjalanan 150 kereta per hari.

Bukan hanya Pakistan, Thailand pun demikian. Trinh Nguyen dari lembaga kajian internasional Carnegie menyatakan ekonomi Thailand terlalu bergantung pada China. Bukan hanya dari segi bantuan keuangan dari Beijing, tetapi juga kunjungan wisatawan China ke Thailand.

Thailand juga bekerja dengan China membangun jalur kereta. Proyek kereta supercepat itu bagian dari jaringan rel sepanjang 873 km yang menghubungkan Thailand dan Laos melalui Sungai Mekong. Program itu bagian dari Jalan Sutra China untuk menghubungkan ekonomi terbesar kedua dunia dengan Asia Tenggara, Pakistan, dan Asia Tengah. (Baca juga: Jeli, Cara Selebriti Manfaatkan TikTok untuk Publikasi)

Diklaim oleh Zhang Yongjun, peneliti China Centre for International Economic Exchanges berbasis di Beijing, proyek itu akan meningkatkan perekonomian bagi Thailand. “Itu akan mengoneksikan Bangkok dan China dan negara lain di masa depan,” katanya, dilansir Phnompenh Post.

Faktanya, ketergantungan kepada China bukan hanya terjadi pada negara berkembang. Negara maju seperti AS, Jepang, dan Prancis juga terlalu bergantung banyak kepada perusahaan China untuk memproduksi ponsel pintar, obat-obatan, dan produk lainnya. Seiring dengan pandemi, perang dagang China-AS menjadikan banyak perusahaan global berusaha menghindari konflik politik dengan mencoba mengurangi ketergantungan dengan China.

Jit Lim dari firma konsultan manajemen, Alvarez & Marsal, mengatakan, China masih menawarkan jaringan suplai dan pasokan ke berbagai industri. Posisi China dianggap tidak bisa digantikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Trump Ancam Hancurkan...
Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir
Rekomendasi
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved