Gempa Bumi di Tibet Ungkap Risiko Bendungan PLTA Raksasa China

Jum'at, 17 Januari 2025 - 13:34 WIB
loading...
A A A
Di satu sisi, tidak diketahui berapa banyak air yang akan dialihkan China ke daratannya dari bendungan untuk memenuhi kebutuhan industrinya sendiri, tetapi ini akan menyebabkan kelangkaan air di hilir.

China selalu percaya pada konsep pembalikan aliran air Tibet dari selatan ke utara, yang dikenal sebagai "Konsep Shou-tian”, untuk memenuhi kebutuhan air di daratan China.

Kemungkinan seperti itu akan menimbulkan risiko lingkungan serius bagi ekosistem sungai dan tutupan hutan dan juga menjadi ancaman bagi Bangladesh. Para analis mengatakan bahwa potensi bendungan untuk mengubah aliran sungai dapat menyebabkan berkurangnya ketersediaan air di sistem sungai Bangladesh.

Karena sungai-sungai ini akhirnya mengalir ke Teluk Benggala, berkurangnya ketersediaan air di dalamnya dapat menyebabkan intrusi air asin dari laut ke sungai selama pasang surut dan mengancam mata pencaharian yang bergantung pada pertanian dan perikanan, khususnya di wilayah pesisir Bangladesh.

Di sisi lain, peningkatan pembuangan air dari bendungan di Tibet dapat menambah risiko banjir, mengingat Bangladesh sudah merupakan negara rawan banjir. Seperti yang telah ditunjukkan para analis, ukuran dan skala bendungan akan memungkinkan Beijing untuk membanjiri daerah perbatasan dengan melepaskan sejumlah besar air.

Selain itu, bendungan dapat mengganggu aliran alami air sungai; dengan dampak buruk pada ekologi cekungan sungai Brahmaputra, termasuk di dalam Bangladesh, yang dikenal sebagai Jamuna yang bertemua dengan sistem sungai Padma–Meghna sebelum kemudian berakhir di Teluk Benggala. Jamuna menyumbang 51 persen dari pembuangan air Padma.

Sebagai penerima hilir terakhir air dari sistem sungai Tsangpo–Brahmaputra, Bangladesh menghadapi risiko yang lebih besar dari proyek bendungan China di Tibet.

Pelepasan air secara tiba-tiba dari bendungan dapat memicu banjir besar di hilir yang berdampak buruk pada kehidupan pedesaan yang bergantung pada pertanian.

Pusat-pusat perkotaan padat penduduk yang tersebar di seluruh negara Bangladesh yang berbatasan dengan sungai dan ekonominya sedang berjuang karena ketidakstabilan politik juga terancam.

Rencana China untuk membangun bendungan PLTA raksasa di sungai Brahmaputra, jika terwujud, sudah pasti akan berdampak buruk bagi keseimbangan ekologi dan lingkungan serta menjadi faktor risiko yang terus-menerus terhadap perekonomian yang bergantung pada sungai tersebut. Proyek ini juga dapat berubah menjadi mimpi buruk bagi jutaan orang yang hidup dalam harmoni dengan alam di seluruh wilayah geografis tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Kecelakaan Maut Minibus...
Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Berita Terkini
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Infografis
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved