Gempa Bumi di Tibet Ungkap Risiko Bendungan PLTA Raksasa China

Jum'at, 17 Januari 2025 - 13:34 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: China Diduga Berupaya Bungkam Kritik atas Kerusakan Lingkungan di Tibet

Karena Tibet adalah wilayah kekuasaan Partai Komunis China (CCP), otoritas China tidak mau repot-repot memberikan penjelasan lebih lanjut tentang berapa banyak warga Tibet yang akan tergusur oleh proyek tersebut dan bagaimana hal itu akan memengaruhi ekosistem dataran tinggi yang rapuh, salah satu yang terkaya dan paling beragam.

Proyek yang lebih kecil, PLTA Zam, telah didirikan di Tsangpo di prefektur Shannan; yang menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati perairan.

Kampanye Internasional untuk Tibet telah menyebutkan tentang pembangunan bendungan proyek hidroelektrik di Khamtok di daerah Derge di Tibet timur yang menyebabkan pengusiran paksa ribuan warga Tibet, penghancuran desa-desa mereka, dan pembongkaran biara-biara Buddha yang berusia berabad-abad.

Rencana pembangunan 34 bendungan hidroelektrik di seluruh Tibet selanjutnya akan menggusur sekitar 150.000 penduduk asli Tibet.

Sekelompok pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah laporan, yang dikutip Jaringan Tibet Internasional, mengatakan bahwa bendungan untuk proyek hidroelektrik tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati Tibet yang rapuh, tetapi juga berkontribusi terhadap memburuknya perubahan iklim.

Bendungan hidroelektrik besar diketahui meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memperparah bencana alam seperti tanah longsor dan banjir, kata mereka.

Bagaimanapun, sudah pasti bahwa proyek PLTA yang masif dapat memperbesar dampak gempa berkali-kali lipat, mayoritas korban terutama disebabkan tanah longsor, yang dibuktikan dengan gempa berkekuatan besar di tahun 2011 yang menghancurkan Sikkim utara, negara bagian Himalaya di India yang paling dekat dengan wilayah Shigatse.

Proyek besar yang diumumkan oleh China untuk membendung sungai Brahmaputra di mana sungai tersebut, yang dikenal sebagai Yarlung-Tsangpo di Tibet, mengambil "tikungan besar" untuk meninggalkan dataran tinggi Tibet dan memasuki India.

Bahaya ekstrem yang akan dihadapi negara bagian Arunachal dan Assam di India dan sebagian besar Bangladesh jika bendungan besar yang diusulkan di sungai Brahmaputra runtuh, baik karena alasan alami atau buatan manusia, telah sekali lagi dibuktikan dengan jelas oleh peristiwa bernama “Glacial Lake Outburst Flood” di di Sikkim, India pada 2023. Namun, tunduk pada opini publik, Pemerintah Sikkim tidak lagi melanjutkan pembangunan proyek PLTA apa pun.

Mimpi Buruk Geografis


Namun, rezim komunis di China tidak menghormati opini publik dan tidak peduli jika rakyat biasa yang tidak bersalah menderita karena kebijakannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Perang di Mana-Mana,...
Perang di Mana-Mana, Israel Kekurangan Tentara dan Tank Parah
Rekomendasi
Bring Back My Heart...
Bring Back My Heart Jadi Pilihan Microdrama Romantis yang Seru di V+Short
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, Asosiasi Minta Vape Legal Dibedakan dengan Penyalahgunaan Narkoba
Berita Terkini
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved