Gempa Bumi di Tibet Ungkap Risiko Bendungan PLTA Raksasa China

Jum'at, 17 Januari 2025 - 13:34 WIB
loading...
Gempa Bumi di Tibet...
Gempa bumi dahsyat di Tibet pada 7 Januari 2025 yang menewaskan 126 orang mengungkap bahaya terkait rencana China untuk membangun bendungan PLTA raksasa di sungai Brahmaputra di dataran tinggi Tibet. Foto/Xinhua
A A A
JAKARTA - Gempa bumi dahsyat di Tibet pada 7 Januari 2025 yang menewaskan 126 orang dan melukai 188 lainnya telah mengungkap bahaya terkait rencana China untuk membangun bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) raksasa di sungai Brahmaputra di dataran tinggi Tibet.

Bencana itu juga mengungkap ancaman yang akan ditimbulkan bendungan tersebut terhadap seluruh wilayah, khususnya Tibet dan negara-negara hilir India dan Bangladesh.

Mengutip editorial Greek City Times, Jumat (17/1/2025), bendungan China di Brahmaputra akan mengerdilkan proyek PLTA lainnya di mana pun di dunia; termasuk Bendungan Tiga Ngarai milik China sendiri, yang merupakan bendungan terbesar di dunia saat ini.

Telah terjadi perdebatan tentang hubungan antara proyek PLTA dan gempa bumi. Beberapa ahli berpendapat bahwa variasi musiman pada tingkat air di waduk yang diperlukan untuk PLTA memberi tekanan pada formasi batuan di daerah tersebut. Hal ini dapat mengganggu kestabilan struktur geologi di sekitar bendungan, menyebabkan struktur tersebut bergeser dan mengakibatkan gempa bumi.

Baca Juga: Korban Tewas Gempa Tibet Bertambah Jadi 126 Orang

“Gempa bumi yang dipicu atau diinduksi waduk terjadi bersamaan dengan perubahan cepat permukaan air di balik bendungan besar,” demikian bunyi artikel di ScienceDirect pada 2021.

Fenomena tersebut mungkin merupakan ketidakseimbangan gravitasi akibat penambahan air di waduk. Pengisian air di waduk meningkatkan jumlah tekanan di area tersebut.

Penjelasan yang lebih mungkin untuk kegempaan yang diinduksi waduk adalah peningkatan tekanan pori karena tekanan hidrostatik waduk. Selain itu, fluktuasi musiman air menciptakan tekanan di bawah waduk, yang menyebabkan gempa bumi yang dapat menyebabkan kerusakan besar.

Zona Seismik Aktif


Dataran tinggi Tibet dan wilayah Himalaya merupakan zona seismik aktif dan tidak stabil, dan gempa bumi dengan magnitudo berbeda kerap terjadi di Tibet.

Wilayah Shigatse di Tibet, yang paling parah terkena dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 pada 7 Januari, juga mengalami kerusakan signifikan pada tahun 2015 akibat gempa besar berkekuatan magnitudo 8,1 yang menghancurkan Nepal.

Dampak yang mungkin terjadi dari pembangunan bendungan besar di sungai di daerah pegunungan yang aktif secara seismik masih belum jelas. Terutama, mengingat gempa bumi terbaru di Tibet, jaminan China tidak terlihat meyakinkan bahwa pembangunan bendungan terbesar di dunia di sungai Brahmaputra tidak akan berdampak negatif pada wilayah Tibet dan juga negara-negara bagian hilir seperti sebagian India dan khususnya Bangladesh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Berita Terkini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved