2024 Jadi Tahun Terburuk bagi Warga Gaza, Akankah 2025 Lebih Baik?

Jum'at, 03 Januari 2025 - 05:35 WIB
loading...
A A A
"Anak-anak saya tidur di tempat tidur yang basah kuyup di malam hari," katanya kepada Al Jazeera.

Shereen Abu Nida, 40, juga mengatakan bahwa dia dan keempat anaknya berjuang menghadapi kesulitan karena kondisi kehidupan yang buruk akibat perang. Lebih buruk lagi, suaminya diculik oleh pasukan Israel sekitar setahun yang lalu, meninggalkannya untuk mengurus anak-anaknya sendirian.

“Saya harus melalui sepanjang tahun ini sendirian, sendirian,” katanya, suaranya bergetar.

BacaJuga: Israel Hancurkan 970 Fasilitas, Sita Lahan 53 Km Persegi di Tepi Barat dan Yerusalem

3. Harapan Masa Depan pun Sirna

Musa Ali Muhammad al-Maghribi, 52, menambahkan bahwa keluarganya tidak punya banyak harapan untuk masa depan.

Ia mengatakan sembilan anaknya sakit dan ia tidak dapat menemukan obat-obatan, juga tidak ada cukup makanan atau air bersih untuk keluarganya, cobaan berat yang dihadapi sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza.

“[Israel] telah menghancurkan kami,” katanya kepada Al Jazeera. “Setiap hari, kami hanya berharap untuk mati.”

Menteri Benjamin Netanyahu tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan serangan gencar tersebut.

Upaya mediasi untuk beberapa bentuk gencatan senjata, yang telah berlangsung selama sebagian besar konflik, telah gagal karena banyak pihak, termasuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada bulan Juni, telah mengecamnya sebagai kepentingan politik pribadi dari pihak perdana menteri Israel.

4. Perang Gaza Jadi Ambisi Pribadi Netanyahu

Tuduhan mengeksploitasi perang di Gaza untuk keuntungan pribadi telah berpusat pada upaya Netanyahu untuk mengalihkan perhatian dari persidangannya yang sedang berlangsung atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan publik, yang dibantahnya.

Selain itu, persidangan korupsi perdana menteri menunjukkan bahwa Netanyahu berusaha memperpanjang perang untuk mengalihkan perhatian dari tuduhan kelalaian atau inkompetensi selama serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.139 warga Israel.

Tuduhan oportunisme datang dari dalam kabinet sayap kanan Netanyahu, serta dari jalan, tempat puluhan ribu orang terus berunjuk rasa untuk mendukung kesepakatan yang akan membebaskan para tawanan yang ditangkap selama serangan yang dipimpin Hamas.

5. Dunia Internasional Hanya Diam

Komunitas internasional telah gagal menghentikan – atau mengurangi – pembantaian di Gaza sebagian besar karena dukungan politik dan militer AS yang tidak memenuhi syarat untuk perang Israel di daerah kantong itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Pemakaman Ali Khamenei...
Pemakaman Ali Khamenei Disesaki Jutaan Pelayat, 50 Ribu Orang Jalani Perawatan Medis
AS-Iran Saling Serang...
AS-Iran Saling Serang Lagi, Selat Hormuz Nyaris Lumpuh
Rekomendasi
Pura-Pura Pacaran, Berujung...
Pura-Pura Pacaran, Berujung Cinta Beneran? Ini Serunya Picked Up a Billionaire di V+Short
Harga dan Spesifikasi...
Harga dan Spesifikasi BAIC T1 di Indonesia: Bidik 1.000 Unit, Target Hatchback Crossover Listrik
Martin Wiguna Hadirkan...
Martin Wiguna Hadirkan Kisah Friendzone yang Berujung Penyesalan di Gila Karena Cinta
Berita Terkini
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Infografis
Berumur 2.000 Tahun,...
Berumur 2.000 Tahun, Pohon Tule Jadi Simbol bagi Penduduk Meksiko
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved