Horor Sepak Bola Guinea: Penalti Picu Kerusuhan, 56 Orang Tewas Terinjak-injak

Selasa, 03 Desember 2024 - 11:54 WIB
loading...
Horor Sepak Bola Guinea:...
Pertandingan sepak bola di Guinea berubah menjadi tragedi pembantaian massal setelah 56 orang tewas terinjak-injak dalam kerusuhan di lapangan. Foto/Screenshot video news.com.au
A A A
BISSAU - Pertandingan sepak bola yang didedikasikan untuk kepala junta Guinea Jenderal Mamady Doumbouya berubah menjadi tragedi pembantaian massal pada Minggu waktu setempat.

Sebanyak 56 orang tewas terinjak-injak setelah menyerbu lapangan untuk memprotes keputusan penalti yang diberikan wasit.

Pertandingan digelar di Stade du 3 Avril antara tim tuan rumah N'Zerekore kontra tim tamu Labe.

Wasit memberikan kartu merah kepada satu atau dua pemain dan memberikan penalti kepada tim tuan rumah pada menit-menit akhir pertandingan. Keputusan tersebut memicu kemarahan massa pendukung tim Labe.

Dalam tragedi ini, pihak oposisi menuduh otoritas yang dipimpin militer "bertanggung jawab langsung".

Baca Juga: Pejabat Senior Ini Dipecat usai 400 Video Seksnya Viral, Istri Petinggi Negara Pun Ditiduri

Rekaman video tragedi yang diunggah di X pada Senin menunjukkan massa penonton di Stade du 3 Avril menyerbu lapangan setelah satu atau dua pemain dikeluarkan wasit dan penalti diberikan kepada tim tuan rumah.

Peristiwa tersebut awalnya dilaporkan sebagai bentrokan antar-suporter.

Menurut para saksi mata, para pejabat yang menonton pertandingan, termasuk dua menteri, dicegah meninggalkan tempat, yang memicu pelemparan batu dan tembakan gas air mata oleh pasukan keamanan.

"Kepanikan segera terjadi, yang menyebabkan penyerbuan yang tidak terkendali," katanya.

"Orang-orang terinjak-injak atau terluka saat mereka mencoba melarikan diri," imbuh saksi mata yang tidak disebutkan namanya, yang dilansir AFP, Selasa (3/12/2024).

Seorang jurnalis AFP menggambarkan kejadian itu sebagai "pembantaian massal".

Puluhan orang, termasuk anak-anak, tewas, dan yang lainnya terluka dalam kerusuhan tersebut.

Sekadar diketahui, kepala junta Guinea, Jenderal Mamady Doumbouya, berkuasa setelah merebut kekuasaan melalui kudeta tahun 2021 dan telah mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden.

Pihak oposisi menuduh junta menggunakan olahraga untuk tujuan politik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
3 Pria Bersenjata Tembaki...
3 Pria Bersenjata Tembaki 25 Orang yang Sedang Minum Alkohol, 11 Tewas Termasuk Anak 3 Tahun
Bak Berburu Manusia,...
Bak Berburu Manusia, Para Turis Kaya Bayar Rp1,5 Miliar untuk Tembaki Orang-orang di Sarajevo
Kekejaman RSF di El-Fasher:...
Kekejaman RSF di El-Fasher: Ratusan Mayat Warga Sipil Dikubur di Kuburan Massal, Lainnya Dibakar
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Profil Nadiem Makarim,...
Profil Nadiem Makarim, Menteri Era Jokowi yang Divonis 10 Tahun Penjara
Divonis 10 Tahun Penjara,...
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Ajukan Banding
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Berita Terkini
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved