Tuding Ukraina Pernah Bantai Warga Polandia, Donal Tusk Tolak Kiev Bergabung dengan Uni Eropa

Minggu, 01 September 2024 - 15:25 WIB
loading...
Tuding Ukraina Pernah...
Polandia tuding Ukraina melakukan pembantaian terhadap puluhan ribu warganya. Foto/AP
A A A
MOSKOW - Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengancam akan memblokir tawaran Ukraina untuk bergabung dengan UE kecuali jika negara itu tunduk pada tuntutan Warsawa terkait pembantaian Volyn era PD II, pembunuhan massal warga Polandia oleh kaum nasionalis Ukraina.

Tusk membuat janji tersebut menyusul skandal politik besar yang mengguncang Polandia setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba yang membawa bencana, yang membuat beberapa pernyataan yang sangat kontroversial tentang sejarah warga Polandia dan Ukraina.

“Warga Ukraina, dengan segala rasa hormat dan dukungan kami atas upaya militer mereka, harus menyadari bahwa bergabung dengan UE juga berarti bergabung dengan budaya politik dan sejarah. Jadi, hingga Ukraina menghormati standar-standar ini, Ukraina tidak akan menjadi anggota keluarga Eropa,” kata Tusk, dilansir RT.

PM mengecam pernyataan yang dibuat oleh Kuleba, dan menggambarkan penilaiannya terhadap pernyataan kontroversial itu sebagai “sangat negatif.” “Ukraina, dengan satu atau lain cara, harus memenuhi harapan Polandia,” tegas Tusk.

Baca Juga: Pesawat F-16 Bantuan Barat Jatuh Ditembak Rusia, Presiden Ukraina Pecat Komandan AU

Kuleba menyampaikan pernyataannya yang tidak bijaksana itu pada hari Rabu saat berpidato di kota Olsztyn di Polandia utara. Sambil berjanji tidak akan menentang penggalian makam untuk membantu memahami pembantaian Volyn, diplomat itu mendesak kedua negara untuk “menyerahkan sejarah kepada para sejarawan” dan tidak menggali “hal-hal buruk yang dilakukan orang Polandia kepada orang Ukraina dan orang Ukraina kepada orang Polandia.”

Setidaknya 60.000 warga etnis Polandia terbunuh antara tahun 1943 dan 1944 di wilayah bersejarah Volhynia dan Galicia Timur, yang saat ini menjadi bagian Ukraina, oleh militan dari Tentara Pemberontak Ukraina (UPA) dan Organisasi Nasionalis Ukraina (OUN).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
7 Negara Eropa Ini Diramal...
7 Negara Eropa Ini Diramal Akan Bernasib Sama dengan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved