3 Fakta Massa Israel Lakukan Rasisme ke Orang Arab usai Laga Ajax vs Maccabi Tel Aviv

Senin, 11 November 2024 - 14:52 WIB
loading...
3 Fakta Massa Israel...
Kerusuhan pecah di Amsterdam, dipicu oleh ulah rasisme massa penggemar klub sepak bola Israel terhadap orang-orang Arab. Foto/Screengrab video Al Jazeera
A A A
AMSTERDAM - Penggemar tim sepak bola Maccabi Tel Aviv asal Israel diserang di Amsterdam dalam kerusuhan yang berlangsung selama berjam-jam, Kamis pekan lalu. Kerusuhan ini sebenarnya dipicu oleh ulah rasisme massa Israel.

Pada hari kerusuhan, Ibu Kota Belanda; Amsterdam, menjadi tuan rumah pertandingan UEFA Europa League, saat Maccabi Tel Aviv melawan AFC Ajax.

“Ratusan penggemar tim sepak bola Israel Maccabi Tel Aviv disergap dan diserang di Amsterdam pada Kamis malam (7/11/2024) saat meninggalkan stadion setelah pertandingan Europa League melawan klub Belanda Ajax,” kata Kedutaan Besar Israel di Amerika Serikat (AS) di X.

Namun, laporan surat kabar Belanda; Algemen Dagblad (AD), pemicu kerusuhan adalah hooligan (massa perusuh) Israel yang melakukan rasisme kepada orang-orang Arab.

Baca Juga: Massa Serang Penggemar Klub Sepak Bola Israel di Amsterdam

3 Fakta Massa Israel Lakukan Rasisme ke Orang Arab, Picu Kerusuhan Amsterdam


1. Teriakkan Slogan Anti-Arab


Kerusuhan pecah setelah hooligan Israel meneriakkan slogan-slogan rasisme anti-Arab.

Teriakan rasime telah bermunculan sejak Rabu ketika massa penggemar Maacabi Tel Aviv berkumpul di Dam Square.

Dari rekaman video, mereka memicu konfrontasi dengan penduduk setempat yang sebagian dari komunitas Arab, berteriak: "F**k you". Ada juga perusuh Israel yang berteriak: "F**k you Palestine".

2. Merobek Bendera Palestina


Menurut laporan surat kabar AD, massa hooligan Israel kedapatan menyikirkan dan merobek sedikitnya dua bendera Palestina di depan rumah penduduk Amsterdam pada malam sebelum pertandingan sepak bola.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang PK Hari Ini, Bakal Hadir di PN Jaksel?
Kroasia Kalahkan Panama,...
Kroasia Kalahkan Panama, Gol Ante Budimir Jaga Asa Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Infografis
Negara-negara Arab Kutuk...
Negara-negara Arab Kutuk Langkah Israel Blokir Bantuan ke Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved