Sebut AS Provokatif, China Peringatkan Kemungkinan Kecelakaan Militer di LCS

Sabtu, 29 Agustus 2020 - 10:25 WIB
loading...
Sebut AS Provokatif,...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
BEIJING - China terus menunjukkan ketidaksukaannya terhadap keberadaan dan manuver angkatan laut Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan (LCS) . Tidak cukup dengan menembakkan rudal pembunuh kapal induk, Beijing juga kerap melontarkan peringatan verbal kepada AS.

China kembali memperingatkan AS bahwa manuvernya di Laut China Selatan kemungkinan bisa menimbulkan "kecelakaan militer" dan menyebut tindakan itu sebagai perilaku provokatif. Pernyataan itu dikeluarkan setelah Angkatan Laut Beijing mengusir kapal perang AS, USS Martin, yang dianggap telah melanggar perbatasan laut China. (Baca: Memanas, China Usir Kapal Perang AS dari Laut China Selatan )

"Mengabaikan aturan hukum internasional, pihak AS telah berulang kali memprovokasi masalah di Laut China Selatan, melakukan hegemoni navigasi dengan dalih 'kebebasan navigasi'", kata juru bicara Komando Wilayah Selatan Tentara Pembebasan Rakyat, Kolonel Senior Li Huamin.

"Kami mendesak AS untuk menghentikan perilaku provokatif tersebut dan membatasi tindakan maritimnya untuk menghindari kemungkinan kecelakaan militer," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (29/8/2020).

Angkatan Laut AS membantah melakukan kesalahan, merujuk pada prinsip kebebasan navigasi dan mencatat bahwa USS Mustin sedang melakukan operasi rutin. Menurut Washington, sebuah kapal perusak berpeluru kendali berlayar di sekitar Kepulauan Paracel untuk memastikan jalur pelayaran penting di daerah itu tetap bebas dan terbuka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Prajurit Angkatan Laut...
Prajurit Angkatan Laut AS Tewas Ditembak Temannya di Kapal Induk USS John F Kennedy
Rekomendasi
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Berita Terkini
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved