Filipina Geram China Langgar Perjanjian Perihal Bentrokan di Laut China Selatan

Rabu, 02 Oktober 2024 - 16:29 WIB
loading...
Filipina Geram China...
Filipina geram karena China telah melanggar perjanjian perihal bentrokan di Laut China Selatan. Foto/Xinhua
A A A
MANILA - Filipina telah menyepakati perjanjian dengan China dalam upaya mencegah bentrokan di Laut China Selatan pada Juli lalu. Namun tak lama setelah itu, Beijing dinilai telah melanggarnya, dan ketegangan antarkedua negara kembali terjadi.

“Pengalaman pahit yang dialami Filipina itu merupakan contoh nyata betapa sia-sianya bagi negara-negara dunia untuk menyepakati perjanjian bilateral dengan China seputar sengketa wilayah,” ujar pakar geopolitik wilayah Asia, Sun Lee, dalam artikel di Mizzima, Rabu (2/10/2024).

India pernah mengalaminya pada musim panas tahun 2020 ketika tentara China menduduki wilayah yang luas di perbatasan India-China di Ladakh timur yang merupakan pelanggaran berat terhadap serangkaian protokol bilateral tentang pengelolaan wilayah sengketa.

“Dan sekarang giliran Manila untuk belajar dari pengalaman pahit,” sebut Lee.

Pada pekan ketiga Juli lalu, Filipina menandatangani kesepakatan dengan China untuk mencegah bentrokan dengan Angkatan Laut China di Laut China Selatan. Kesepakatan tersebut dikatakan telah dicapai antara Filipina dan China setelah serangkaian pertemuan antara diplomat kedua negara di Manila.

Baca Juga: Kapal China dan Filipina Bertabrakan dalam Bentrok di Laut China Selatan

Kedua negara juga telah bertukar nota diplomatik yang ditujukan pada pengaturan bersama tanpa mengakui klaim teritorial Filipina atau China di Second Thomas Shoal. Kesepakatan tersebut tidak dipublikasikan oleh kedua belah pihak.

Segera setelah penyelesaian pengaturan, personel pemerintah Filipina mengangkut makanan dan perbekalan lainnya pada 27 Juli ke kontingen Angkatan Laut Filipina di Second Thomas Shoal tanpa ditentang oleh Angkatan Laut China. Kapal Angkatan Laut China tidak lagi menggunakan meriam air untuk mencegah kapal-kapal Filipina melanjutkan perjalanan ke pulau tersebut.

Kapal-kapal China juga tidak lagi menabrak kapal-kapal Filipina. Pengiriman pasokan Filipina berjalan lancar di bawah pengawasan dan pemantauan Coast Guard China.

“Titik Api” Baru


Namun, fase “bulan madu” antara Filipina dan China tidak berlangsung lama. Pada 19 Agustus, kapal-Coast Guard China dan Filipina kembali bertabrakan di laut, yang mengakibatkan sedikitnya dua kapal Filipina mengalami kerusakan.

Insiden kali ini mendekati “titik api” baru dalam konfrontasi yang semakin mengkhawatirkan di Laut China Selatan dekat Sabina Shoal, sebuah atol yang disengketakan di Kepulauan Spratly, tempat Vietnam dan Taiwan juga memiliki klaim yang tumpang tindih.

Asisten Direktur Jenderal Dewan Keamanan Nasional Pemerintah Filipina Jonathan Malaya menuduh Coast Guard China secara keliru mengatakan bahwa kapal Coast Guard Filipina telah menabrak kapal-kapal China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Iran Nyatakan Selat...
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Iran Ancam Pembalasan...
Iran Ancam Pembalasan Dahsyat ke AS: Tidak Pernah Mereka Bayangkan Sebelumnya
Rekomendasi
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
Berita Terkini
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved