Pertama Kali, Jepang Kirim Kapal Perang Melalui Selat Taiwan

Kamis, 26 September 2024 - 20:31 WIB
loading...
A A A
Tokyo mengatakan kapal-kapal tersebut memasuki zona sebelahnya, wilayah hingga 24 mil laut (sekitar 44 km) dari pantai Jepang, dan menyebut insiden itu "sama sekali tidak dapat diterima". China mengatakan telah mematuhi hukum internasional.

Pada akhir Agustus, Tokyo mengatakan satu pesawat mata-mata China melanggar wilayah udara Jepang di dekat pulau-pulau di lepas pantai barat dayanya.

Yomiuri Shimbun mengutip beberapa sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida telah memerintahkan transit di Selat Taiwan karena khawatir tidak melakukan apa pun setelah aktivitas China dapat mendorong Beijing untuk mengambil tindakan yang lebih tegas.

Di Tokyo pada Kamis, juru bicara Hayashi menyatakan kekhawatiran tentang meningkatnya aktivitas militer China di wilayah tersebut.

"Kami memiliki rasa krisis yang kuat bahwa pelanggaran wilayah udara telah terjadi satu demi satu dalam waktu yang singkat," ujar dia dalam konferensi pers rutin. "Kami akan terus memantau situasi dengan minat yang kuat."

Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mengirim kapal melalui selat sepanjang 180 kilometer (112 mil) untuk memperkuat statusnya sebagai jalur air internasional.

Beijing mengklaim memiliki yurisdiksi atas perairan tersebut dan menuduh Jerman meningkatkan risiko keamanan setelah Berlin mengirim dua kapal militernya melalui selat tersebut bulan lalu.

Bec Strating, profesor hubungan internasional di Universitas La Trobe, mengatakan kepada AFP bahwa, “Transit Selat Taiwan yang dilaporkan Jepang adalah bagian dari pola yang lebih luas dari kehadiran angkatan laut yang lebih besar oleh negara-negara di dalam dan luar Asia yang khawatir tentang pernyataan maritim China.”

"Jepang khususnya telah menangani taktik 'zona abu-abu' China di Laut China Timur, termasuk peningkatan jumlah kapal penjaga pantai yang berlayar di dekat pulau-pulau yang disengketakan,” ujar dia.

Taktik zona abu-abu adalah tindakan yang bertujuan menguras angkatan bersenjata suatu negara, menurut para ahli militer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Jenazah Pemimpin Tertinggi...
Jenazah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei Tiba di Teheran untuk Upacara Perpisahan
Panas! Iran Tembak Kapal...
Panas! Iran Tembak Kapal Tanker Qatar di Selat Hormuz
Rekomendasi
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Swiss Tembus Perempat...
Swiss Tembus Perempat Final usai Menang Adu Penalti atas Kolombia
Ilmuwan Klaim Berhasil...
Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
Berita Terkini
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved