alexametrics

Assad: Pasukan AS Akan Tewas Jika Tetap di Suriah

loading...
Assad: Pasukan AS Akan Tewas Jika Tetap di Suriah
Presiden Bashar al-Assad memperingatkan pasukan AS akan mati jika tetap berada di Suriah. Foto/Kolase/Sindonews
A+ A-
DAMASKUS - Presiden Bashar al-Assad memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertaruhkan Perang Irak lain dengan mempertahankan kekuatan di dalam negara Suriah.

Kepada stasiun televisi Rossiya-24, Assad mengatakan bahwa penjajah Amerika mempertaruhkan "skenario gaya Irak," mengacu pada pendudukan berdarah dan bencana politik di Irak setelah invasi yang sukses pada 2003.

"Hasil ini tidak terduga untuk mereka, tetapi kami di Suriah meramalkannya," kata Assad.



"Jadi, pendudukan AS di Suriah akan menimbulkan konfrontasi militer yang akan menyebabkan kerugian di antara Amerika dan kemudian penarikan mereka," Assad memperkirakan seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (16/11/2019).

Assad berhenti mengumbar ancaman terhadap Amerika dari pasukan rezim Suriah atau dari pendukungnya, Rusia, yang telah sibuk merebut wilayah yang dikuasai pasukan SDF di sebelah utara negara itu.

"Kami tentu tidak percaya bahwa konfrontasi antara AS dan Rusia akan terjadi di wilayah Suriah," ujarnya.

"Jelas dan menguntungkan kita, Rusia, atau stabilitas global, dan itu berbahaya," imbuhnya.

Namun, Assad mengatakan Suriah tidak akan berbeda dengan kampanye Amerika yang sudah lama berjalan dan tidak populer di Irak dan Afghanistan.

"AS seharusnya tidak berpikir bahwa mereka akan bernafas lega di semua wilayah yang mereka tempati," Assad memperingatkan.

"Kami ingin mengingatkan mereka tentang Irak dan Afghanistan. Tidak terkecuali di sini, Suriah," imbuhnya.

Assad mengatakan persatuan Suriah sangat penting untuk mengusir pasukan Amerika. "Lalu, orang Amerika akan pergi dan tidak akan bisa tinggal di sini untuk minyak atau untuk apa pun," tukasnya.

Perang saudara di Suriah meletus pada 2011 ketika pasukan keamanan Assad mencoba untuk menghancurkan protes massa yang menyerukan reformasi demokratis. Selama perang, pasukan rezim telah menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil, melakukan pemboman reguler terhadap target non-militer termasuk rumah sakit, dan menghilangkan lebih dari 100 ribu orang.

Menurut PBB hingga saat ini sekitar 400 ribu orang telah tewas dalam perang Suriah, meskipun perkiraan mencapai 570 ribu. Delapan tentara Amerika ada di antara mereka, beberapa tewas dalam pertempuran dan lainnya yang tewas dalam keadaan non-pertempuran.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak