alexametrics

Pentagon Ingin Turki 'Kembali ke Barisan' usai Menjauh dari NATO

loading...
Pentagon Ingin Turki Kembali ke Barisan usai Menjauh dari NATO
Menteri Pertahanan Amerika Serikat atau Kepala Pentagon, Mark Esper. Foto/REUTERS
A+ A-
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper mengatakan penting untuk membawa Turki "kembali dalam barisan" ketika dia memperbarui peringatan bahwa Ankara menunjukkan gelagat menjauh dari NATO.

Menurut bos Pentagon tersebut, gelagat Ankara menjauh dari NATO terindikasi dari kenekatannya membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia dan melakukan invasi terhadap pasukan Kurdi di Suriah. Dua tindakan Ankara itu telah dikecam negara-negara anggota NATO.

"Kami menginginkan Turki kembali ke dalam barisan. Mereka telah menjadi sekutu yang baik selama bertahun-tahun, semua jalan kembali untuk berperang bersama Amerika Serikat dalam perang Korea, hingga kehadirannya di Afghanistan," kata Esper kepada sekelompok wartawan, seperti dikutip Reuters, Kamis (14/11/2019).



"Jadi kita perlu terus membangun ikatan, terutama di tingkat (militer-ke-militer), untuk memastikan kita dapat memiliki hubungan yang abadi yang akan membawa kita melalui masa sulit ini sekarang," ujarnya.

Komentar Esper muncul di saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkunjung ke Gedung Putih untuk bertemu Presiden AS Donald Trump. Saat bertemu, Trump memuji Erdogan dengan menyebutnya sebagai "teman yang sangat baik".

Kedua pemimpin ini bertemu di tengah ketegangan kedua negara terkait sejumlah masalah seperti pembelian sistem rudal S-400 Rusia oleh Ankara, didepaknya Turki dari program jet tempur siluman F-35 oleh Washington dan invasi militer Ankara terhadap pasukan Kurdi di Suriah timur laut.

Kunjungan pemimpin Turki yang berisiko tinggi ini berlangsung pada hari pertama audiensi publik di Capitol Hill tentang penyelidikan pemakzulan Presiden Trump. Kedua pemimpin bertemu di Oval Office untuk pertemuan bilateral sebelum melakukan konferensi pers bersama seperti yang telah dijadwalkan.

"Saya ingin berterima kasih kepada presiden (Erdogan) untuk pekerjaan yang telah mereka lakukan, sekali lagi, ini telah ribuan tahun dalam proses antarperbatasan, antara negara-negara ini dan negara-negara lain yang kami libatkan dengan jarak 7.000 mil," kata Trump.

Trump menambahkan bahwa dia dan Erdogan telah menjadi "teman yang sangat baik", sejak hari pertama dirinya berkuasa.

Trump mencatat bahwa dia dan Erdogan akan membahas masalah sistem pertahanan rudal S-400 Rusia yang dibeli Turki, bersama dengan masalah program jet tempur F-35.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak