Dihukum AS karena S-400 Rusia, Erdogan: Berikan Dukungan, Bukan Sanksi

Selasa, 15 Desember 2020 - 11:23 WIB
loading...
Dihukum AS karena S-400...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengecam sanksi baru Amerika Serikat (AS) yang dijatuhkan pada Turki atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia. Dia mengatakan Turki membutuhkan dukungan dari sekutu NATO-nya, bukan hukuman.

Dalam pidatonya pada hari Senin, Erdogan mengatakan bahwa Turki tidak akan terhalang dalam membela diri baik oleh sanksi AS atas pembelian senjata Moskow, atau pun sanksi yang disetujui oleh Uni Eropa sebagai respons atas pengeboran gas Turki di perairan Mediterania yang diklaim oleh Siprus. (Baca: AS Akhirnya Sanksi Turki karena Beli Sistem Rudal S-400 Rusia )

"Kami mengharapkan dukungan dari sekutu NATO kami, Amerika, dalam perang kami melawan organisasi dan pasukan teroris...bukan sanksi," kata Erdogan, seperti dikutip Russia Today, Selasa (15/12/2020).

Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap Presidensi Industri Pertahanan Turki (SSB) pada hari Senin atas pengadaan sistem rudal anti-pesawat S-400, serta pembekuan aset dan pembatasan visa pada ketuanya.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan bahwa AS tidak akan mentoleransi transaksi signifikan dengan sektor pertahanan dan intelijen Rusia. Dia mendesak Turki untuk segera menyelesaikan masalah S-400.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Dikritik karena Terima...
Dikritik karena Terima Hadiah Pesawat Air Force One dari Qatar, Ini Jawaban Trump
Rekomendasi
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Lisa Mariana Buka Suara...
Lisa Mariana Buka Suara usai Dituding Tipu Klien Endorsement, Singgung Judi Online
Berita Terkini
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved