Jenderal NATO Klaim Ukraina Memiliki Strategi Perang yang Hebat

Minggu, 21 Juli 2024 - 16:05 WIB
loading...
Jenderal NATO Klaim...
Jenderal NATO klaim Ukraina memiliki strategi perang yang hebat. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Kepala Komando Eropa NATO , Christopher Cavoli, menggambarkan kekalahan Ukraina di garis depan hanya sebagai tanda bahwa mereka sedang “menghasilkan kekuatan” untuk melakukan serangan lebih lanjut.

Dalam pidatonya di Forum Keamanan Aspen di Colorado, Amerika Serikat, jenderal utama blok tersebut mengatakan bahwa strategi militer Kiev secara keseluruhan “hebat” dalam hal menyeimbangkan perekrutan, pelatihan, dan pengadaan senjata.

Menurut Cavoli, dalam peperangan modern, seseorang “menang dengan cepat dan dimuka” atau terjebak “untuk kerja keras yang panjang dan penuh liku-liku yang tidak dapat diprediksi,” seperti yang terjadi dalam konflik Ukraina.

“Sebagian besar hal ini akan tergantung pada kemampuan pembangkitan kekuatan, pihak mana yang dapat menghasilkan kekuatan paling cepat dan memanfaatkannya selagi mereka memiliki peluang,” katanya, seraya mengatakan bahwa inilah yang telah dilakukan Kiev selama beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: 4 Fakta Kota Hodeidah di Yaman yang Diserbu Israel, Salah Satunya Dijuluki Kota Benteng

“Saya pikir mereka punya strategi yang hebat. Ini hanya soal mengadilinya,” katanya, seraya menekankan bahwa pembentukan kekuatan, atau mencari cara terbaik untuk menggunakan orang, pelatihan, dan senjata, adalah kunci untuk mengamankan kemenangan. Dia memuji upaya mobilisasi Kiev baru-baru ini dan mengatakan bahwa pengiriman senjata dari Barat juga “berjalan dengan baik.”

Sebaliknya, pemerintah Ukraina berulang kali menyalahkan kurangnya pasokan senjata Barat sebagai penyebab kegagalan pasukannya di medan perang. Dalam perjalanannya ke Inggris, Menteri Luar Negeri Ukraina Vladimir Zelensky awal pekan ini secara terbuka menyesalkan kepada BBC bahwa negara-negara Barat masih belum mengirimkan satu pun F-16 dari puluhan unit yang mereka janjikan untuk disuplai. Awal bulan ini, dia juga mengatakan bahwa Kiev memiliki pasukan yang bersiaga namun tidak dapat berperang karena mereka menunggu untuk dipersenjatai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Makin Mudah Berinvestasi,...
Makin Mudah Berinvestasi, Pegadaian dan KSEI Gandeng Tangan Kembangkan ETF Emas
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved