Trump: Saya Seharusnya Sudah Mati

Senin, 15 Juli 2024 - 20:45 WIB
loading...
Trump: Saya Seharusnya...
Kandidat presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden Donald Trump serta anggota Dinas Rahasia bereaksi ketika beberapa tembakan terdengar selama rapat umum kampanye di Butler Farm Show di Butler, Pennsylvania, 13 Juli 2024. Foto/REUTERS/Brendan McDe
A A A
WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia beruntung masih hidup setelah menjadi sasaran penembak saat kampanye di Pennsylvania pada Sabtu (13/7/2024).

Tersangka penyerang, Thomas Matthew Crooks yang berusia 20 tahun, menembakkan setidaknya lima peluru dari senapan semi-otomatis AR-15 ke arah mantan presiden AS tersebut, dengan satu peluru mengenai telinga kanannya.

Seorang pendukung Trump tewas dan dua orang lainnya terluka parah dalam serangan itu, dan Crooks ditembak mati di lokasi oleh petugas Dinas Rahasia.

“Saya tidak seharusnya berada di sini, saya seharusnya sudah mati,” ujar Trump dalam wawancara dengan New York Post pada Minggu.

Pria berusia 78 tahun itu berbicara kepada wartawan di dalam pesawat jet pribadinya, dalam perjalanan ke Milwaukee untuk Konvensi Nasional Partai Republik, di mana dia diperkirakan akan terpilih sebagai calon presiden dari partai tersebut pada pemilu 5 November.

Taipan yang beralih menjadi politisi ini mengatakan seorang dokter mengatakan kepadanya bahwa merupakan “keajaiban” bahwa dia bisa selamat.

“Untungnya atau demi Tuhan, banyak orang yang bilang, demi Tuhan saya masih di sini,” papar dia.

Menurut Trump, dia terhindar dari luka fatal hanya karena ketika tembakan pertama dilepaskan, dia menoleh sedikit ke kanan untuk membaca grafik imigran ilegal di AS.

Dinas Rahasia “melakukan pekerjaan luar biasa” dengan dengan cepat menetralisir penyerang, menurut Trump. “Mereka membunuhnya dengan satu tembakan tepat di antara kedua matanya,” ungkap dia.

Trump mengatakan dia ingin melanjutkan kampanye setelah penembakan itu, namun Dinas Rahasia mengatakan kepadanya bahwa itu tidak aman dan dia perlu pergi ke rumah sakit.

“Saya hanya ingin terus berbicara, tapi saya tertembak,” kenang dia. Saat dia dibawa keluar panggung, mantan presiden itu terlihat mengangkat tinjunya dan berteriak, “Lawan! Bertarung! Bertarung!"

“Banyak orang mengatakan itu adalah foto paling ikonik yang pernah mereka lihat. Mereka benar dan saya tidak mati. Biasanya Anda harus mati untuk mendapatkan gambar ikonik,” tegas dia.

Trump mengaku menghargai seruan Presiden AS Joe Biden pasca-serangan tersebut. “Itu adalah sikap yang baik dan Biden sangat baik selama percakapan tersebut,” tegas dia.

Mantan presiden tersebut mengatakan dia telah menyiapkan “pidato yang sangat keras… semuanya tentang pemerintahan yang korup dan mengerikan” untuk acara di Milwaukee, namun “membuangnya” setelah upaya pembunuhan tersebut.

“Saya ingin mencoba mempersatukan negara kita… tapi saya tidak tahu apakah itu mungkin. Masyarakat sangat terpecah,” pungkas dia.

Baca juga: Penjualan Cinderamata Trump Melonjak di Pennsylvania setelah Upaya Pembunuhan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved