China Dituduh Eksploitasi Etnis Uighur untuk Pengambilan Organ

Selasa, 02 Juli 2024 - 10:32 WIB
loading...
China Dituduh Eksploitasi...
China telah dituduh mengeksploitasi etnis Uighur untuk pengambilan organ. Foto/via Global Affairs
A A A
BEIJING - China telah lama dituduh melakukan praktik pengambilan organ dari etnis minoritas dan secara ilegal menjalankan salah satu program transplantasi organ terbesar di dunia. Menurut sejumlah data resmi China dan sumber lain, organ-organ ini hanya diambil dari para terpidana mati.

Namun sejumlah pihak mencurigai bahwa di balik layar, China mengambil banyak organ secara ilegal dari orang-orang yang dipenjara atas keyakinan politik atau agama mereka, terutama Muslim Uighur dari Xinjiang dan orang-orang yang mempraktikkan Falun Gong, sekte agama lokal China.

Mengutip dari The Hong Kong Post, Selasa (2/7/2024), banyak lembaga pengawas hak asasi manusia (HAM) menuduh China melakukan kejahatan mengerikan terhadap Uighur dan praktisi Falun Gong di masa lalu, dan pengambilan organ paksa adalah salah satunya.

Pada Maret 2024, dalam pertemuan Komite Kongres Amerika Serikat (AS), sebuah laporan menyebutkan bahwa China telah mengumpulkan informasi genetik dari Muslim Uighur untuk memenuhi permintaan transplantasi organ yang tinggi dari wisatawan medis Muslim asal negara-negara Teluk.

Baca Juga: China Terus Dorong Sinifikasi di Xinjiang, Budaya Uighur Perlahan Pudar

Merespons dugaan kekejaman yang dilakukan China ini, AS telah memperkenalkan "Undang-Undang Penghentian Pengambilan Organ Secara Paksa" berdasarkan Rancangan Undang-Undang (RUU) H.R. 1154 yang disahkan di Senat AS pada 27 Maret 2023. Undang-undang ini bertujuan mendukung dan melindungi tahanan politik, praktisi Falun Gong, dan warga negara Muslim Uighur dari perdagangan pengambilan organ secara paksa.

RUU H.R. 1154 disahkan lewat dukungan 413 suara berbanding 2 di DPR AS, dan saat ini masih menanti tindakan dari Senat AS terhadap isu pengambilan organ secara paksa di China.

RUU ini mengesahkan sanksi terhadap individu dan entitas yang terlibat dalam praktik semacam itu, termasuk melarang ekspor peralatan bedah transplantasi organ dan menghentikan pelatihan ahli bedah transplantasi organ.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved