6 Negara dengan Populasi Muslim Tinggi yang Melarang Penggunaan Cadar

Rabu, 26 Juni 2024 - 22:22 WIB
loading...
6 Negara dengan Populasi...
Banyak negara Muslim melarang penggunaan cadar dan hijab. Foto/AP
A A A
LONDON - Banyak negara dengan mayoritas Muslim justru melarang penggunaan cadar. Parahnya, banyak juga negara justru melarang penggunaan hijab. Sebagian besar karena alasan budaya dan keamanan.

Pelarangan penggunaan hijab atau pun cadar tersebut di beberapa negara Muslim kerap memicu kontroversi. Banyak pihak menyebut hal tersebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

6 Negara dengan Populasi Muslim Tinggi yang Melarang Penggunaan Cadar

1. Tajikistan

6 Negara dengan Populasi Muslim Tinggi yang Melarang Penggunaan Cadar

Foto/AP

Negara Tajikistan di Asia Tengah secara resmi melarang pemakaian jilbab dan “pakaian asing” lainnya pada pekan ini. Itu ketika parlemen negara tersebut meloloskan undang-undang baru yang mengatur pakaian Islami dan perayaan Idul Fitri.

RUU tersebut, yang disetujui oleh majelis tinggi parlemen, Majlisi Milli, pada 19 Juni 2024, muncul setelah bertahun-tahun diberlakukannya tindakan keras tidak resmi terhadap hijab di negara mayoritas Muslim tersebut.

Berdasarkan undang-undang baru, individu yang mengenakan jilbab atau pakaian keagamaan terlarang lainnya dapat dikenakan denda yang besar hingga 7.920 somoni (sekitar USD700). Perusahaan yang mengizinkan karyawannya mengenakan pakaian terlarang berisiko dikenakan denda sebesar 39.500 somoni ($3.500). Pejabat pemerintah dan pemimpin agama akan menghadapi denda yang lebih besar yaitu 54.000-57.600 somoni ($4.800-$5.100) jika ditemukan melakukan pelanggaran.

Melansir Marroco News, Tajikistan dilanda masuknya pakaian Islami dari Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, yang dianggap pihak berwenang terkait dengan ekstremisme dan ancaman terhadap identitas budaya negara tersebut. Dalam pidatonya di bulan Maret, Presiden Emomali Rahmon menyebut hijab sebagai “pakaian asing.” Pemerintah telah lama mempromosikan pakaian tradisional nasional Tajikistan sebagai alternatif.

Undang-undang baru ini mencerminkan peningkatan pembatasan tidak resmi Tajikistan terhadap pakaian Islami. Sejak tahun 2007, hijab telah dilarang bagi pelajar, dan larangan tersebut kemudian meluas ke semua lembaga publik. Pihak berwenang juga secara informal melarang pria berjanggut lebat, dengan adanya laporan bahwa polisi secara paksa mencukur ribuan janggut selama satu dekade terakhir.

Organisasi hak asasi manusia mengkritik larangan hijab di Tajikistan sebagai pelanggaran kebebasan beragama. Dengan lebih dari 98% populasi Muslim, undang-undang tersebut kemungkinan akan menghadapi penolakan yang signifikan dari masyarakat Tajikistan ketika undang-undang tersebut mulai berlaku.

Baca Juga: 9 Orang Ditahan di Tajikistan karena Diduga Terkait Serangan Teroris Moskow

2. Tunisia

6 Negara dengan Populasi Muslim Tinggi yang Melarang Penggunaan Cadar

Foto/AP

Pemerintah Tunisia telah melarang pemakaian niqab – cadar yang menutupi seluruh wajah – di lembaga-lembaga publik dengan segera, dengan alasan keamanan sejak 5 Juli 2019.

Keputusan tersebut, yang dilaporkan di media pemerintah, diambil pada saat keamanan meningkat di negara tersebut menyusul dua bom bunuh diri di ibu kota, Tunis. Saksi mata mengatakan salah satu pelaku bom menyamar dengan mengenakan niqab. Kementerian Dalam Negeri membantah hal ini dan mengatakan dalang pemboman tersebut meledakkan dirinya pada hari Selasa untuk menghindari penangkapan.

Pada tahun 2011, perempuan diizinkan mengenakan jilbab dan niqab di Tunisia setelah larangan selama puluhan tahun di bawah pemerintahan presiden sekuler Zine El Abidine Ben Ali dan Habib Bourguiba, yang menolak segala bentuk pakaian Islami.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Laura Fernandez?...
Siapa Laura Fernandez? Presiden Baru Kosta Rika yang Ingin Jadi Perisai AS di Amerika Latin
Pertama Kali dalam Sejarah,...
Pertama Kali dalam Sejarah, Australia Tunjuk Perempuan Jadi Kepala Staf AD
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
Iran Resmi Izinkan Perempuan...
Iran Resmi Izinkan Perempuan Mengendarai Sepeda Motor
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025, dari Rama Duwaji hingga Katy Perry
Ini 8 Negara Kristen...
Ini 8 Negara Kristen dan 8 Negara Muslim Terbesar di Dunia: AS dan Indonesia Teratas
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved