Siapa Laura Fernandez? Presiden Baru Kosta Rika yang Ingin Jadi Perisai AS di Amerika Latin

Sabtu, 09 Mei 2026 - 15:30 WIB
loading...
Siapa Laura Fernandez?...
Laura Fernandez akan menjadi perisai AS di Amerika Latin. Foto/X/@PiQNewswire
A A A
WASHINGTON - Laura Fernandez dilantik sebagai presiden baru Kosta Rika dan berjanji untuk memerangi meningkatnya kejahatan di negara Amerika Tengah tersebut, serta menjaga hubungan erat dengan Amerika Serikat.

Fernandez mengalahkan banyak kandidat dalam pemilihan 1 Februari untuk menggantikan presiden yang akan segera lengser, Rodrigo Chaves, yang tetap menjadi sekutu dekat Presiden AS Donald Trump.

Dalam langkah yang tidak lazim, Chaves akan tetap berada di pemerintahan sebagai menteri kepresidenan dan keuangan, yang menjamin pengaruh besar dalam pemerintahan yang akan datang.

Lebih lanjut menggarisbawahi rencana untuk mempertahankan hubungan dekat dengan AS, Fernandez telah menunjuk wakil presiden keduanya, Douglas Soto, sebagai duta besar untuk Washington.

Kristi Noem, utusan khusus AS yang memimpin pendekatan militeristik pemerintahan Trump terhadap Amerika Latin, yang dijuluki "Perisai Amerika", hadir pada pelantikan hari Jumat.

Begitu pula Presiden Israel Isaac Herzog, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan hubungan dengan kawasan tersebut di tengah gejolak politik akibat genosida di Gaza.

Siapa Laura Fernandez? Presiden Baru Kosta Rika yang Ingin Jadi Perisai AS di Amerika Latin

1. Berjanji Mereformasi Hukum dan Keamanan

Fernandez yang berusia 39 tahun telah berjanji akan melakukan reformasi besar-besaran terhadap peradilan dan hukum keamanan Kosta Rika, serta penindakan luas terhadap kejahatan.

Pekan lalu, saat memperkenalkan menteri keamanan barunya, Gerald Campos, Fernandez bersumpah akan melancarkan “perang tanpa ampun, perang keras melawan kejahatan terorganisir”.

Kosta Rika telah lama dianggap sebagai salah satu negara paling stabil di Amerika Tengah, tetapi kejahatan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena semakin menjadi jalur transit untuk penyelundupan narkoba ke AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
BTS Bakal Gelar The...
BTS Bakal Gelar The City, London Eye hingga Sungai Thames Disulap Jadi Pusat Perayaan ARMY
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved