Dikecam Presiden, Departement Store Singapura Batal Larang Karyawan Pakai Jilbab

Jum'at, 21 Agustus 2020 - 07:13 WIB
loading...
Dikecam Presiden, Departement...
Departement store Tangs di Singapura. Foto/Timeout
A A A
SINGAPURA - Sebuah departement store di Singapura awalnya memerintahkan karyawan perempuan untuk melepas jilbab . Namun, kebijakan itu dibatalkan setelah menuai kecaman publik termasuk dari Presiden Halimah Yacob.

Presiden Halimah Yacob dalam sebuah posting Facebook mengungkapkan bahwa department store Tangs sudah menyatakan akan mengizinkan jilbab atau hiasan kepala keagamaan dikenakan oleh pekerja di tempatnya.

Larangan pemakaian jilbab itu awalnya diberitakan media setempat, TODAY, di mana seorang promotor penjualan di Tangs diminta untuk melepas jilbabnya agat bisa bekerja di department store tersebut.

"Tangs sejak itu mengatakan bahwa mereka akan menghapus pembatasan tersebut dan akan mengizinkan pemakaian hijab di tempat kerja," kata presiden yang dilansir Jumat (21/8/2020). (Baca: Khatib, Muslimah Pertama yang Jadi Anggota Parlemen Israel )

Dia mengecam segala bentuk diskriminasi terhadap siapa pun di Singapura. "Orang harus dinilai semata-mata berdasarkan prestasi dan kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan dan bukan yang lain," ujarnya.

"Diskriminasi di tempat kerja sangat mengganggu karena membuat orang yang terkena dampak kehilangan penghasilan," imbuh Halimah.

"Selama periode (pandemi) Covid-19 ini, ketika kekhawatiran atas pekerjaan dan mata pencaharian lebih besar, insiden diskriminasi memperburuk kecemasan dan orang merasa terancam," paparnya.

"Keberagaman adalah kekuatan kami dan masyarakat kami telah memeluknya. Saya berharap para pengusaha juga sepenuhnya merangkul keberagaman di tempat kerja dan melakukan bagian mereka untuk menegakkan nilai-nilai masyarakat yang adil dan terbuka." (Baca juga: Gadis Muslim Ini Diserang Geng Pria, Jilbab Dirobek dan Dilempar Telur )

TODAY melaporkan pada hari Selasa bahwa Aliansi Tripartit untuk Praktik Ketenagakerjaan yang Adil dan Progresif (Tafep) sedang menyelidiki insiden di mana karyawan Tangs diduga meminta Nurin Jazlina Mahbob, 20, seorang promotor paruh waktu di stan pop-up, untuk melepas jilbabnya di agar diizinkan bekerja di tempatnya.

Wanita yang mempekerjakan Nurin untuk menjaga stan pada akhir Juli lalu mempublikasikan kejadian tersebut di media sosial, dan mengatakan bahwa itu adalah permintaan "konyol" oleh Tangs.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
3 Negara Asia Musuh...
3 Negara Asia Musuh Rusia, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Terkuat di Dunia, Ini...
Terkuat di Dunia, Ini 194 Negara Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Singapura
Kisah Singapura: Dulu...
Kisah Singapura: Dulu Menangis saat Dibuang Malaysia, Kini Jadi Negara Kaya
Bungkam Suara Oposisi,...
Bungkam Suara Oposisi, Politikus Singapura Dinyatakan Bersalah karena Berbohong kepada Parlemen
Hadapi Banyak Kejutan...
Hadapi Banyak Kejutan dari Trump, Negara Tetangga Indonesia Ini Akan Beradaptasi Besar-besaran
Kelompok Anti-Islam...
Kelompok Anti-Islam Supremasi Asia Timur Berkembang Luas di Singapura
Berbohong Jadi Korban...
Berbohong Jadi Korban Penculikan di Malaysia, Influencer Singapura Didenda Rp3,6 Juta
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
Sebelum Dibunuh, Jurnalis...
Sebelum Dibunuh, Jurnalis Juwita 2 Kali Diperkosa Oknum TNI AL Jumran
Aksi Solidaritas Jurnalis...
Aksi Solidaritas Jurnalis Kalimantan Selatan untuk Juwita
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
2 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
4 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
5 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
6 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
7 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
8 jam yang lalu
Infografis
Presiden Trump: Zelensky...
Presiden Trump: Zelensky Belum Siap untuk Perdamaian
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved