Zelensky Ingin NATO Tembak Jatuh Rudal-rudal Rusia

Rabu, 22 Mei 2024 - 07:06 WIB
loading...
Zelensky Ingin NATO...
Presiden Volodymyr Zelensky ingin NATO menembak jatuh rudal-rudal Rusia yang menyerang Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Amerika Serikat (AS) dan sekutu NATO-nya harus menembak jatuh rudal-rudal Rusia.

Dia juga ingin Washington dan aliansinya memberi Ukraina lebih banyak senjata, dan mengizinkan Kyiv menyerang Rusia secara langsung.

Zelensky menyampaikan hal itu kepada New York Times, pada hari terakhir masa jabatan presidennya sesuai konstitusi Ukraina--namun dia ingin memperpanjang masa jabatan tersebut selama masa darurat militer karena konflik dengan Rusia.

Dia menuntut agar negara-negara NATO menembak jatuh rudal Rusia di wilayah udara Ukraina, sambil bertanya-tanya apakah mereka terlalu takut untuk memprovokasi Moskow.

Baca Juga: Rusia: Zelensky Adalah Target Militer yang Sah

“Jadi pertanyaan saya, apa masalahnya? Mengapa kita tidak bisa menembak jatuh mereka? Apakah itu pertahanan? Ya. Apakah itu serangan terhadap Rusia? Tidak. Apakah Anda menembak jatuh pesawat Rusia dan membunuh pilot Rusia? Tidak. Jadi apa masalahnya dengan melibatkan negara-negara NATO dalam perang? Tidak ada masalah seperti itu,” kata Zelensky, Selasa (21/5/2024).

“Tembak jatuh apa yang ada di langit Ukraina,” imbuh dia. “Dan berikan kami senjata untuk digunakan melawan pasukan Rusia di perbatasan.”

Zelensky merujuk pada apa yang dilakukan AS dan Inggris pada pertengahan April, ketika Iran menargetkan Israel dengan serangan drone dan rudal.

Baik Amerika Serikat maupun Uni Eropa menolak pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa kedua situasi tersebut tidak dapat dibandingkan.

Pemimpin Ukraina itu juga memohon sistem pertahanan udara Patriot, menanyakan apakah dia bisa mendapatkan tujuh sistem pertahanan udara tersebut pada pertemuan puncak NATO di Washington.

“Apakah menurut Anda itu terlalu berlebihan?” tanya Zelensky. “Untuk negara yang saat ini memperjuangkan kebebasan dan demokrasi di seluruh dunia?”

Zelensky juga menepis segala kritik terhadap demokrasi Ukraina, mengingat adanya penundaan yang tidak terbatas pada pemilihan parlemen dan presiden, dengan mengatakan: "Kyiv tidak perlu membuktikan apa pun tentang demokrasi kepada siapa pun, karena Ukraina dan rakyatnya telah membuktikannya melalui perang, tanpa kata-kata, tanpa retorika yang tidak perlu.”

Ketika pasukan Rusia bergerak maju di sepanjang garis depan, Zelensky dan para pembantunya telah meningkatkan seruan untuk lebih banyak hal—khususnya sistem pertahanan udara Patriot dan pesawat tempur F-16—tetapi juga menuntut pencabutan pembatasan penggunaan senjata yang disediakan Barat untuk menyerang jauh di dalam wilayah Rusia.

Menurut laporan media Rusia, AS dan sekutunya telah berjuang untuk mempertahankan fiksi hukum bahwa rudal mereka hanya dapat menargetkan wilayah Rusia yang diklaim Ukraina sebagai miliknya—yaitu Crimea, Zaporizhzhia, Kherson, Donetsk, dan Luhansk—meskipun senjata yang dipasok oleh Barat telah digunakan untuk menyerang Wilayah Belgorod beberapa kali, termasuk insiden pembantaian pasar Natal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Tantri Kotak Diduga...
Tantri Kotak Diduga Jadi Korban Penipuan Rp10 Miliar, Arda Naff Angkat Bicara
V+Short Hadirkan Microdrama...
V+Short Hadirkan Microdrama Full Throttle Family, Kisah Mantan Pembalap yang Kembali ke Dunia Lama
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved