alexametrics

Sekjen PBB Siap Turun Tangan Redam Ketegangan Pakistan-India

loading...
Sekjen PBB Siap Turun Tangan Redam Ketegangan Pakistan-India
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan. Foto/Istimewa
A+ A-
NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan antara dua negara nuklir bertetangga, India dan Pakistan. Ia pun meminta kedua negara untuk menahan diri dan menawarkan pengaruhnya untuk meredakan krisis.

“Sekretaris jenderal menekankan pentingnya kedua belah pihak untuk menahan diri secara maksimum dan mengambil langkah segera untuk mengurangi ketegangan. Ia bersedia menawarkan pengaruhanya jika diterima oleh kedua belah pihak," kata juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric seperti dilansir dari Dawn, Rabu (20/2/2019).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi meminta PBB untuk membantu meredakan ketegangan dengan India, yang telah meningkat tajam setelah serangan bom bunuh diri di bagian India dari Kashmir yang disengketakan.



"Dengan perasaan mendesak, saya menarik perhatian Anda pada situasi keamanan yang memburuk di wilayah kami akibat ancaman penggunaan kekuatan terhadap Pakistan oleh India," kata Qureshi dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Baca juga: Pakistan Minta PBB Tengahi Krisis dengan India Terkait Kashmir

Eskalasi antara New Delhi dan Islamabad dipicu serangan bom bunuh diri yang menghantam bus yang mengangkut anggota para militer India di Kashmir. Serangan itu menewaskan 40 anggota para militer India.

India menuding Pakistan berada di balik serangan itu dan mengklaim telah mengantongi bukti. Namun Islamabad membantah terlibat dalam serangan itu dan siap membalas segala tindakan yang diambil oleh India.
(ian)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak