Pecah Rekor, Politisi Muslim Sadiq Khan Menang Pemilihan Wali Kota London untuk Ketiga Kalinya

Minggu, 05 Mei 2024 - 09:04 WIB
loading...
A A A
Dia berspesialisasi dalam hak asasi manusia, dan menghabiskan tiga tahun memimpin kelompok kampanye kebebasan sipil, Liberty.

Dia mewakili Louis Farrakhan, pemimpin gerakan Nation of Islam, dan Babar Ahmad, seorang kenalan masjid yang dipenjara di Amerika Serikat setelah mengaku memberikan dukungan kepada rezim Taliban di Afghanistan.

Ambisi yang Lebih Tinggi?


Khan bergabung dengan Partai Buruh pada usia 15 tahun ketika Perdana Menteri Konservatif Margaret Thatcher sedang berkuasa.

Dia menjadi anggota dewan lokal untuk Tooting di wilayah lokal Wandsworth yang didominasi politisi Partai Konservatif pada tahun 1994, dan menjadi anggota Parlemen pada tahun 2005.

Dia masih tinggal di daerah tersebut bersama istri—seorang pengacara—Saadiya dan dua putri remaja mereka.

Perdana Menteri Partai Buruh Gordon Brown mengangkatnya menjadi menteri masyarakat pada tahun 2008 dan dia kemudian menjabat sebagai menteri transportasi, menjadi menteri Muslim pertama yang menghadiri pertemuan Kabinet.

Di Parlemen, dia memilih mendukung pernikahan sesama jenis—yang membuatnya mendapat ancaman pembunuhan.

Sebagai wali kota, dia berjanji untuk fokus pada penyediaan perumahan yang terjangkau bagi warga London dan membekukan tarif transportasi, namun—seperti banyak orang yang berkuasa di seluruh dunia—agendanya terhambat oleh pandemi Covid-19.

Dia adalah wali kota ketiga London setelah Ken Livingstone dari Partai Buruh (2000-2008) dan Boris Johnson (2008-2016). Ada spekulasi luas bahwa dia pada akhirnya bisa mencoba mengikuti pendahulunya dan menjadi perdana menteri.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
2 Negara Anggota NATO...
2 Negara Anggota NATO Akan Kerahkan Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
10 Nama Negara Terpanjang...
10 Nama Negara Terpanjang di Dunia, Salah Satunya Mantan Penjajah
Eks PM Inggris Tegaskan...
Eks PM Inggris Tegaskan Tidak Ada Alternatif NATO
Pangkalan Samudra Hindia...
Pangkalan Samudra Hindia bisa Digunakan AS untuk Menyerang Iran
Inilah 4 Negara NATO...
Inilah 4 Negara NATO yang Pro Israel, Siapa Saja Itu?
Mengapa Banyak Umat...
Mengapa Banyak Umat Islam Tinggal di Israel? Ini Analisisnya
AS Larang Personel Diplomatik...
AS Larang Personel Diplomatik di China Berhubungan Asmara dengan Warga Lokal
Dimakzulkan sebagai...
Dimakzulkan sebagai Presiden Korsel, Begini Komentar Yoon Suk Yeol
Rekomendasi
Pemudik Wajib Tahu!...
Pemudik Wajib Tahu! Ini Rekayasa Lalu Lintas Puncak Arus Balik Lebaran Pada 5 April 2025
Atur Waktu Balik Jakarta,...
Atur Waktu Balik Jakarta, Diskon 20% Tarif Tol Kalikangkung-Cikampek Sampai 10 April 2025
Pangeran William Sewa...
Pangeran William Sewa Pengacara Perceraian, Rumah Tangga dengan Kate Middleton Retak?
Berita Terkini
Abu Ubaidah: Tawanan...
Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
41 menit yang lalu
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
2 jam yang lalu
Siapa Abdullah Al Sabah?...
Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen
4 jam yang lalu
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
5 jam yang lalu
Siapa Walid Ahmad? Remaja...
Siapa Walid Ahmad? Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel Dikenal Pencetak Gol Terbanyak di Timnya
6 jam yang lalu
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
10 jam yang lalu
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved