Heboh Bola Api di Langit Selandia Baru Ternyata Satelit Rusia

Jum'at, 11 Januari 2019 - 02:37 WIB
Heboh Bola Api di Langit...
Heboh Bola Api di Langit Selandia Baru Ternyata Satelit Rusia
A A A
WELLINGTON - Rusia telah mengonfirmasi penampakan bola api di langit Selandia Baru pada hari Sabtu adalah salah satu satelitnya yang terbakar saat memasuki kembali atmosfer Bumi. Itu adalah satelit Kosmos 2430 yang dirancang untuk mendeteksi peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM).

Penampakan bola api itu terekam kamera televisi yang sedang meliput pertandingan kriket antara Selandia Baru dan Sri Lanka di Mount Maunganui. Komentator pertandingan menduga pemandangan yang menghebohkan publik setempat itu sebagai hujan meteor.

Pasukan Dirgantara Rusia mengatakan satelit Kosmos 2430 yang keluar dari orbit sebagai bagian dari operasi yang direncanakan pada hari Sabtu.

"Satelit terbakar sepenuhnya di atmosfer padat di atas Samudra Atlantik pada ketinggian sekitar 100 km," kata Pasukan Dirgantara Rusia, seperti dikutip The Guardian, Jumat (11/1/2019).

Menurut Pasukan Dirgantara, satelit yang masuk kembali ke atmosfer Bumi itu telah di bawah kendali setiap saat. Satelit peringatan dini itu sudah tidak beroperasi sejak 2012. Satelit diluncurkan pada 2007 sebagai bagian dari sistem deteksi ICBM "Oko" Rusia.

Rusia saat ini sedang dalam proses meningkatkan sistem satelit era Soviet dengan satelit Tundra yang lebih canggih untuk memantau rudal. Satelit Tundra pertama diluncurkan ke orbit oleh Rusia pada tahun 2015.

Norad, Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara, juga mengonfirmasi bahwa objek berwarna cerah, yang terfragmentasi ketika memasuki kembali atmosfer Bumi, adalah Kosmos 2430.

“Awalnya terlihat seperti pesawat jet, dan saya pikir saya bisa melihatnya. Tetapi kemudian pecah menjadi jutaan bagian, seperti kembang api," kata Steve Bloor, saksi mata yang menyaksikan pertandingan kriket kepada New Zealand Herald.
(mas)
Berita Terkait
Jatuhkan Sanksi Kepada...
Jatuhkan Sanksi Kepada Putin, Selandia Baru: Ini Baru Permulaan
Kanada dan Selandia...
Kanada dan Selandia Baru Perluas Sanksi untuk Rusia
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Australia dan Selandia...
Australia dan Selandia Baru Desak Warganya di Ukraina untuk Pergi
Selandia Baru Sita Aset...
Selandia Baru Sita Aset Tersangka Kejahatan Siber Rusia Rp1,3 Triliun
Selandia Baru Kirim...
Selandia Baru Kirim 120 Tentara ke Inggris untuk Latih 800 Prajurit Ukraina
Berita Terkini
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
28 menit yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
1 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
3 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
7 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
8 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
9 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved