alexametrics

Heboh Bola Api di Langit Selandia Baru Ternyata Satelit Rusia

loading...
Heboh Bola Api di Langit Selandia Baru Ternyata Satelit Rusia
Penampakan bola api di langit Selandia Baru pada Sabtu pekan lalu ternyata satelit Rusia yang terbakar di atmosfer Bumi. Foto/Twitter
A+ A-
WELLINGTON - Rusia telah mengonfirmasi penampakan bola api di langit Selandia Baru pada hari Sabtu adalah salah satu satelitnya yang terbakar saat memasuki kembali atmosfer Bumi. Itu adalah satelit Kosmos 2430 yang dirancang untuk mendeteksi peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM).

Penampakan bola api itu terekam kamera televisi yang sedang meliput pertandingan kriket antara Selandia Baru dan Sri Lanka di Mount Maunganui. Komentator pertandingan menduga pemandangan yang menghebohkan publik setempat itu sebagai hujan meteor.

Pasukan Dirgantara Rusia mengatakan satelit Kosmos 2430 yang keluar dari orbit sebagai bagian dari operasi yang direncanakan pada hari Sabtu.



"Satelit terbakar sepenuhnya di atmosfer padat di atas Samudra Atlantik pada ketinggian sekitar 100 km," kata Pasukan Dirgantara Rusia, seperti dikutip The Guardian, Jumat (11/1/2019).

Menurut Pasukan Dirgantara, satelit yang masuk kembali ke atmosfer Bumi itu telah di bawah kendali setiap saat. Satelit peringatan dini itu sudah tidak beroperasi sejak 2012. Satelit diluncurkan pada 2007 sebagai bagian dari sistem deteksi ICBM "Oko" Rusia.

Rusia saat ini sedang dalam proses meningkatkan sistem satelit era Soviet dengan satelit Tundra yang lebih canggih untuk memantau rudal. Satelit Tundra pertama diluncurkan ke orbit oleh Rusia pada tahun 2015.

Norad, Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara, juga mengonfirmasi bahwa objek berwarna cerah, yang terfragmentasi ketika memasuki kembali atmosfer Bumi, adalah Kosmos 2430.

“Awalnya terlihat seperti pesawat jet, dan saya pikir saya bisa melihatnya. Tetapi kemudian pecah menjadi jutaan bagian, seperti kembang api," kata Steve Bloor, saksi mata yang menyaksikan pertandingan kriket kepada New Zealand Herald.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak