Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:06 WIB
loading...
Mediator Usulkan Gencatan...
Jalan-jalan dan alun-alun mencerminkan suasana di Teheran, Iran pada 18 Juni 2026. Foto/Fatemeh Bahrami/Anadolu Agency
A A A
TEHERAN - Seorang pejabat senior Iran mengatakan para mediator telah menyampaikan kepada Teheran satu proposal gencatan senjata 10 hari yang bertujuan mengurangi ketegangan dengan Amerika Serikat dan menciptakan peluang menghidupkan kembali kesepakatan sementara yang dicapai antara kedua pihak bulan lalu. Kabar itu diungkap pejabat Iran pada Reuters pada hari Senin (20/7/2026).

Proposal tersebut muncul di tengah meningkatnya konfrontasi militer antara Washington dan Teheran, yang ditandai dengan serangan AS yang berkelanjutan dan meluasnya serangan balasan Iran.

Menurut CNN, eskalasi tersebut telah menimbulkan pertanyaan di Washington tentang tujuan kampanye militer Presiden AS Donald Trump dan bagaimana konflik tersebut dapat diakhiri.

Stasiun televisi tersebut juga melaporkan pemerintahan AS menghadapi tantangan militer dan politik yang semakin besar, termasuk ancaman Iran yang berkelanjutan terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz, meningkatnya korban jiwa militer AS, dan kekhawatiran konflik tersebut dapat meluas di seluruh wilayah.

Pada hari Senin, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menargetkan situs-situs militer AS di seluruh Timur Tengah setelah serangan udara AS lainnya di kota-kota Iran.

Pertukaran serangan semakin memperburuk kesepakatan gencatan senjata sementara antara kedua pihak.

Menurut Reuters, harga minyak sempat naik di atas USD90 per barel setelah pengiriman melalui Selat Hormuz kembali terganggu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
AS Akui Rudal Iran Makin...
AS Akui Rudal Iran Makin Canggih, Gagal Dicegat Sistem Pertahanan
Rekomendasi
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
Video Baru Bongkar Insiden...
Video Baru Bongkar Insiden Final Piala Dunia 2026, Lisandro Martinez Diduga Pukul Gavi
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
Berita Terkini
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved