Keluarga Penumpang MH370: 10 Tahun Kekecewaan, Frustrasi, dan Kemarahan
Kamis, 07 Maret 2024 - 07:43 WIB
loading...
Grace Nathan, salah satu keluarga penumpang Malaysia Airlines Penerbangan 370 atau MH370, merasakan kecewa, frustrasi, dan marah atas tragedi lenyapnya MH370. Foto/BBC
A
A
A
KUALA LUMPUR - Malaysia Airlines Penerbangan 370 atau MH370 lenyap misterius bersama 239 orang di dalamnya sejak 8 Maret 2014 atau akan genap 10 tahun pada Jumat (8/3/2024).
Pesawat itu lepas landas dari bandara Kuala Lumpur menuju Beijing, namun tidak pernah sampai ke tujuannya.
Di mana pemberhentian terakhir pesawat tersebut? Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana nasib 239 orang? Dan apa alasannya lenyapnya pesawat itu? Semuanya tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah penerbangan di dunia hingga hari ini.
Kini, keluarga dari para penumpang MH370 mengungkapkan kekecewaan, frustrasi, dan kemarahan atas ketidakjelasan nasib orang-orang yang mereka cintai.
Baca Juga: Ibu Penumpang MH370: Anak Saya Masih dalam Penerbangan, Saya Menolak Kompensasi
Grace Nathan sedang belajar di Bristol pada tahun 2014, dan dihantui oleh telepon terakhir dari ibunya, Anne Daisy, sebelum sang ibu menaiki penerbangan MH370.
“Ibu saya dan saya sangat dekat. Kami adalah keluarga Asia yang tertekan secara emosional," ujarnya.
“Tetapi pada kesempatan itu dia memutuskan untuk memberi tahu saya bahwa dia mencintai saya, dan saya senang saya mengatakan kepadanya bahwa saya juga mencintainya," ujarnya, seperti dikutip The Sun.
Ketika Boeing 777 tersebut lepas landas pada pukul 00.42, Anne berada di antara 227 penumpang dan 12 awak, termasuk Kapten Pilot Zaharie Ahmad Shah, dan Co-pilot First Officer Fariq Abdul Hamid (27).
Bagi Grace dan keluarga yang berduka lainnya, kurangnya jawaban menambah penderitaan mereka. “Sepuluh tahun kemudian, perasaan yang paling utama adalah kekecewaan, pengkhianatan, frustrasi, dan kemarahan,” kata Grace.
“Sampai kita memecahkan MH370, tidak ada yang bisa mengatakan bahwa Anda atau salah satu orang yang Anda cintai akan terbang ke angkasa suatu hari dan menghilang begitu saja.”
Suami Anne, Nathan Velayudham, yang menunggunya di bandara Beijing saat itu, mengatakan dia “takut akan hal terburuk”.
Baca Juga: Misteri Lenyapnya Malaysia Airlines MH370 Bersama 239 Orang, Eks Pilot Duga Disengaja
Kini sebuah film dokumenter baru; "Why Planes Vanish: The Hunt For MH370", mengkaji teori bahwa kapten Zaharie (53)—yang bekerja untuk maskapai tersebut selama sekitar 30 tahun—berada di balik rencana pembunuhan massal-bunuh diri terkait tragedi lenyapnya pesawat tersebut.
Pesawat itu lepas landas dari bandara Kuala Lumpur menuju Beijing, namun tidak pernah sampai ke tujuannya.
Di mana pemberhentian terakhir pesawat tersebut? Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana nasib 239 orang? Dan apa alasannya lenyapnya pesawat itu? Semuanya tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah penerbangan di dunia hingga hari ini.
Kini, keluarga dari para penumpang MH370 mengungkapkan kekecewaan, frustrasi, dan kemarahan atas ketidakjelasan nasib orang-orang yang mereka cintai.
Baca Juga: Ibu Penumpang MH370: Anak Saya Masih dalam Penerbangan, Saya Menolak Kompensasi
Grace Nathan sedang belajar di Bristol pada tahun 2014, dan dihantui oleh telepon terakhir dari ibunya, Anne Daisy, sebelum sang ibu menaiki penerbangan MH370.
“Ibu saya dan saya sangat dekat. Kami adalah keluarga Asia yang tertekan secara emosional," ujarnya.
“Tetapi pada kesempatan itu dia memutuskan untuk memberi tahu saya bahwa dia mencintai saya, dan saya senang saya mengatakan kepadanya bahwa saya juga mencintainya," ujarnya, seperti dikutip The Sun.
Ketika Boeing 777 tersebut lepas landas pada pukul 00.42, Anne berada di antara 227 penumpang dan 12 awak, termasuk Kapten Pilot Zaharie Ahmad Shah, dan Co-pilot First Officer Fariq Abdul Hamid (27).
Bagi Grace dan keluarga yang berduka lainnya, kurangnya jawaban menambah penderitaan mereka. “Sepuluh tahun kemudian, perasaan yang paling utama adalah kekecewaan, pengkhianatan, frustrasi, dan kemarahan,” kata Grace.
“Sampai kita memecahkan MH370, tidak ada yang bisa mengatakan bahwa Anda atau salah satu orang yang Anda cintai akan terbang ke angkasa suatu hari dan menghilang begitu saja.”
Suami Anne, Nathan Velayudham, yang menunggunya di bandara Beijing saat itu, mengatakan dia “takut akan hal terburuk”.
Baca Juga: Misteri Lenyapnya Malaysia Airlines MH370 Bersama 239 Orang, Eks Pilot Duga Disengaja
Kini sebuah film dokumenter baru; "Why Planes Vanish: The Hunt For MH370", mengkaji teori bahwa kapten Zaharie (53)—yang bekerja untuk maskapai tersebut selama sekitar 30 tahun—berada di balik rencana pembunuhan massal-bunuh diri terkait tragedi lenyapnya pesawat tersebut.
Lihat Juga :