Mantan PM Pakistan Imran Khan dan Istrinya Kembali Divonis 14 Tahun Penjara karena Skandal Korupsi

Rabu, 31 Januari 2024 - 16:41 WIB
loading...
A A A
Setelah putusan tersebut, ia mengatakan kepada para pengikutnya untuk "membalas dendam atas setiap ketidakadilan dengan memberikan suara Anda pada tanggal 8 Februari sambil tetap bersikap damai" dalam sebuah pernyataan yang dirilis di akun X (sebelumnya Twitter).

Bahkan sebelum hukuman ini dijatuhkan, banyak orang sudah mempertanyakan kredibilitas pemilu Kamis depan mengingat sejauh mana Khan dan partainya dikesampingkan.

Pihak berwenang membantah melakukan tindakan keras terhadap PTI, namun banyak pemimpinnya kini berada di balik jeruji besi atau membelot. Kandidat-kandidatnya mencalonkan diri sebagai kandidat independen dan banyak yang sedang dalam pelarian.

Ribuan pendukung partai tersebut ditangkap setelah terjadi protes – terkadang disertai kekerasan – ketika Khan ditahan pada Mei lalu.

Simbol pemukul kriket juga telah dicabut dari partai tersebut, yang merupakan simbol penting di negara dengan tingkat melek huruf yang rendah agar para pemilih dapat memilih di mana mereka akan menandai surat suara mereka.

Orang yang diperkirakan akan menang adalah mantan PM Nawaz Sharif yang sudah tiga kali menjabat, yang kembali dari pengasingan pada musim gugur. Dia menjadi duri di pihak militer yang kuat selama sebagian besar karirnya yang panjang dan dipenjara karena korupsi menjelang pemilu 2018 yang dimenangkan oleh Imran Khan.

Sekarang banyak yang percaya bahwa dia saat ini lebih disukai oleh pihak militer Pakistan, sementara Khan – yang dulu dianggap dekat dengan militer – tidak lagi disukai.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Audisi DMD Panggung...
Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV Buka Jalan Penyanyi Dangdut Daerah Menuju Panggung Nasional
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Berita Terkini
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Infografis
Rafael Alun Divonis...
Rafael Alun Divonis 14 Tahun Penjara di Kasus Gratifikasi & TPPU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved