Meski Ditinggalkan di Era Digital, Sekolah Dasar di AS Wajibkan Pelajaran Menulis Tangan Kursif

Sabtu, 27 Januari 2024 - 19:55 WIB
loading...
Meski Ditinggalkan di...
Menulis kursif kini diwajibkan di AS. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Generasi anak-anak yang belajar menulis di layar kini sudah ketinggalan zaman. Tapi, mulai tahun ini, siswa sekolah dasar California diharuskan belajar tulisan tangan kursif, setelah keterampilan tersebut tidak lagi populer di era komputer .

Majelis Bill 446, disponsori oleh mantan guru sekolah dasar Sharon Quirk-Silva dan ditandatangani menjadi undang-undang pada bulan Oktober, mewajibkan pengajaran tulisan tangan untuk 2,6 juta warga California di kelas satu hingga enam, kira-kira berusia 6 hingga 12 tahun, dan pelajaran kursif untuk kelas yang "sesuai" level - umumnya dianggap kelas tiga ke atas.

Para ahli mengatakan belajar kursif meningkatkan perkembangan kognitif, pemahaman membaca dan keterampilan motorik halus, serta manfaat lainnya. Beberapa pendidik juga merasakan manfaat dalam mengajar anak-anak membaca dokumen bersejarah dan surat keluarga dari generasi sebelumnya.

Di Sekolah Dasar Orangethorpe di Fullerton, sekitar 30 mil (50 km) tenggara Los Angeles, guru kelas empat hingga enam Pamela Keller mengatakan dia sudah mengajar kursif sebelum undang-undang tersebut berlaku pada 1 Januari.

Beberapa anak mengeluh tentang kesulitannya, dan Keller sudah siap menjawabnya.

Baca Juga: Jam Astronomi Tertua di Dunia Masih Terus Berdetak di Jantung Kota Praha

“Kami memberi tahu mereka, ini akan membuat Anda lebih pintar, itu akan membuat beberapa koneksi di otak Anda, dan itu akan membantu Anda naik ke tingkat berikutnya. Dan kemudian mereka menjadi bersemangat karena siswa ingin menjadi lebih pintar. Mereka ingin untuk belajar," kata Keller.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Serangan AS Nyaris Hantam...
Serangan AS Nyaris Hantam Rumah Sakit Kanker Anak, Iran: Barbar!
Rekomendasi
Kemenag Gandeng 84 Lembaga...
Kemenag Gandeng 84 Lembaga Zakat Perkuat Program KUA PEU
Piche Kota Bersyukur...
Piche Kota Bersyukur Status Tersangka Gugur, Tetap Kooperatif di Sidang
MNC Sekuritas dan Politeknik...
MNC Sekuritas dan Politeknik Negeri Jakarta Bekali Keterampilan Mengelola Keuangan untuk Pelajar SMA YPHB Bogor
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved