Menhan Lloyd Austin Rawat Jatuh Sakit tapi Dirahasiakan, AS Gaduh

Minggu, 07 Januari 2024 - 11:11 WIB
loading...
Menhan Lloyd Austin...
Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin jatuh sakit karena komplikasi setelah menjalani prosedur medis baru-baru ini. Namun, kondisi sakitnya dirahasiakan. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin jatuh sakit karena komplikasi setelah menjalani prosedur medis baru-baru ini. Namun, kondisi sakitnya dirahasiakan.

Austin mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (6/1/2024) bahwa dia mengambil "tanggung jawab penuh" atas kerahasiaan seputar rawat inapnya selama seminggu karena kondisi medis yang masih belum ditentukan.

Austin (70) dirawat di Walter Reed National Military Medical Center pada Hari Tahun Baru karena apa yang Pentagon katakan sebagai "komplikasi setelah prosedur medis elektif baru-baru ini"—sebuah fakta yang dirahasiakan oleh Departemen Pertahanan AS selama lima hari.

Pejabat tinggi Partai Republik di Komite Angkatan Bersenjata Senat, Senator Roger Wicker, menuduh Pentagon gagal memberi tahu Kongres segera tentang masalah tersebut, sebagaimana diwajibkan oleh undang-undang.

Baca Juga: AS Sudah Tak Sanggup Pasok Rudal Patriot ke Ukraina Lebih Lama Lagi

Namun tidak jelas seberapa luas informasi tersebut dibagikan dalam pemerintahan Presiden Joe Biden. Seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan Presiden Biden baru diberitahu pada Kamis malam.

Meski begitu, Biden tetap mempertahankan kepercayaannya pada Austin dan keduanya berbicara pada Sabtu malam, kata pejabat kedua AS.

Austin berada tepat di bawah Biden di puncak rantai komando militer AS dan tugasnya mengharuskan dia hadir kapan saja untuk menanggapi segala bentuk krisis keamanan nasional.

Masih belum jelas sejauh mana tugasnya dilimpahkan kepada wakilnya, Kathleen Hicks, atau apakah Austin terlibat dalam pengambilan keputusan penting selama ketidakhadirannya.

Pentagon belum merinci mengapa Austin dirawat, apakah dia kehilangan kesadaran selama seminggu terakhir atau memberikan rincian kapan dia mungkin keluar dari rumah sakit.

"Saya menyadari bahwa saya bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik dengan memastikan masyarakat mendapat informasi yang tepat. Saya berkomitmen untuk melakukan yang lebih baik," kata Austin dalam pernyataan tertulisnya, seperti dikutip Reuters, Minggu (7/1/2024).

"Tetapi penting untuk mengatakan: Ini adalah prosedur medis saya, dan saya bertanggung jawab penuh atas keputusan saya mengenai pengungkapan."

Wicker mengatakan kejadian tersebut semakin mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Biden, dengan alasan kegagalan di masa lalu dalam mengungkapkan informasi dengan cepat mengenai insiden keamanan nasional, termasuk kemunculan balon mata-mata China di wilayah udara Amerika Serikat tahun lalu.

“Ketika salah satu dari dua Otoritas Komando Nasional negara tersebut tidak dapat menjalankan tugasnya, keluarga militer, Anggota Kongres, dan masyarakat Amerika berhak mengetahui sepenuhnya keadaan yang terjadi,” kata Wicker dalam sebuah pernyataan.

Seorang juru bicara Pentagon mengatakan pada hari Sabtu bahwa Austin melanjutkan tugas penuhnya pada Jumat malam tetapi tetap di rumah sakit.

Asosiasi Pers Pentagon, dalam suratnya kepada pejabat Pentagon pada Jumat malam, mengkritik kerahasiaan Departemen Pertahanan, dengan mengatakan Austin adalah tokoh masyarakat yang tidak memiliki klaim atas privasi medis dalam situasi seperti itu.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa presiden AS pun mengungkapkan kapan mereka harus mendelegasikan tugas karena prosedur medis.

“Pada saat meningkatnya ancaman terhadap anggota militer AS di Timur Tengah dan AS memainkan peran penting dalam keamanan nasional dalam perang di Israel dan Ukraina, sangat penting bagi masyarakat Amerika untuk mendapat informasi tentang status kesehatan mereka dan kemampuan pengambilan keputusan dari pemimpin pertahanan tertingginya,” tulis asosiasi tersebut.

Koresponden Reuters Phil Stewart adalah anggota dewan direksi asosiasi tersebut.

Military Reporters and Editors (MRE), sebuah organisasi nirlaba untuk jurnalis yang meliput militer AS, mengatakan keputusan untuk hanya merilis informasi pada Jumat malam, ketika jumlah pembaca online biasanya lebih rendah, “menjaga tradisi terburuk yaitu kebingungan dan kegelapan".

“Ini merupakan pelanggaran terhadap maksud dan semangat Prinsip Informasi Pentagon, dan gagal memenuhi standar keterbukaan publik bagi pejabat senior pemerintah yang tidak dapat melaksanakan tugas mereka,” tulis MRE dalam sebuah pernyataan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved