Negara Teluk Minta PBB Perpanjang Embargo Senjata, Iran Kesal

loading...
Negara Teluk Minta PBB Perpanjang Embargo Senjata, Iran Kesal
Iran menyebut permintan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) kepada PBB untuk memperpanjang embargo senjata internasional terhadap Teheran tidak realistis. Foto/REUTERS
A+ A-
TEHERAN - Iran angkat bicara soal permintan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) kepada PBB untuk memperpanjang embargo senjata internasional terhadap Teheran. Iran menyebut pernyataan tersebut tidak realistis.

GCC, yang terdiri dari Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi, mengatakan bahwa campur tangan Iran yang berkelanjutan di negara-negara tetangga membuat perpanjangan diperlukan.

Embargo senjata saat ini akan berakhir pada 18 Oktober, sebagai bagian dari kesepakatan nuklir antara Iran dengan negara kekuatan dunia, yang dicapai tahun 2015 lalu. (Baca juga: Rusia dan Iran Ejek Hadiah Tangkap Peratas Pengacau Pilpres AS)

"GCC saat ini berada di puncak ketidakmampuannya dan kebijakannya yang tidak realistis membuatnya tidak efektif," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi dalam sebuah pernyataan.

"Dewan, yang terpengaruh oleh kebijakan dan perilaku yang salah dan merusak dari negara-negara anggota tertentu, telah berubah menjadi corong bagi elemen anti-Iran di dalam dan di luar kawasan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (10/8/2020).



(Baca juga: Fahri Hamzah-Fadli Zon Akan Dapat Bintang Tanda Jasa dari Presiden Jokowi)

Sebelumnya diwartakan, Sekretaris Jenderal GCC, Nayef Falah Mubarak al-Hajraf menuturkan bahwa tidak tepat untuk mencabut pembatasan pasokan senjata dari dan ke Iran, sampai Iran menghentikan kegiatan destabilisasi di kawasan dan berhenti memasok senjata ke organisasi teroris.
(esn)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top