Pastor Palestina: Jika Yesus Lahir Hari Ini, Dia Akan Lahir di Bawah Reruntuhan di Gaza

Senin, 25 Desember 2023 - 07:52 WIB
loading...
Pastor Palestina: Jika...
Momen Natal di Bethlehem, tempat kelahiran Yesus, tanpa perayaan di tengah invasi brutal Israel di Gaza, Palestina. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Pastor Munther Isaac, pemimpin komunitas Kristen Palestina, mengkritik kemunafikan dan rasisme oleh dunia Barat atas nasib Gaza yang dibombardir Israel. Dia mengatakan bahwa Gaza telah menjadi kompas moral dunia.

Saat menyampaikan pesan Natal-nya kepada jemaat di Gereja Evangelis Lutheran di Betlehem pada hari Sabtu, Pastor Isaac mengatakan apa yang tadinya merupakan momen yang penuh kegembiraan, justru menjadi momen “berduka, kami merasa takut".

“Gaza, seperti yang kita tahu, sudah tidak ada lagi,” katanya. “Ini adalah sebuah pemusnahan. Ini adalah genosida.”

"Kami tersiksa oleh keheningan dunia,” ujarnya."Para pemimpin kelompok yang disebut bebas berbaris satu demi satu untuk memberikan lampu hijau bagi genosida terhadap populasi tawanan," paparnya.

Baca Juga: Israel Kalah Perang Melawan Hamas, tapi Netanyahu Tak Mengakuinya

“Mereka tidak hanya memastikan untuk membayar tagihan di muka, mereka (juga) menutupi kebenaran dan konteks dengan memberikan kedok politik,” imbuh dia. “Penutup teologis," ujarnya ketika “gereja Barat” menjadi sorotan.

Di antara jemaat tersebut terdapat delegasi internasional yang terdiri dari para pemimpin Kristen, yang menghabiskan Natal di Betlehem dalam solidaritas dengan rakyat Palestina.

"Orang-orang Afrika Selatan mengajarkan kami konsep teologi negara; didefinisikan sebagai pembenaran teologis terhadap status quo dengan rasisme, kapitalisme, dan totalitarianismenya," terang Pastor Isaac.

Dia menjelaskan bahwa mereka melakukan hal tersebut dengan menyalahgunakan konsep-konsep teologis dan teks-teks Alkitab untuk tujuan politik mereka sendiri.

“Di sini, di Palestina, Alkitab dijadikan senjata untuk melawan kami, kitab suci kami sendiri," katanya.

Teologi Kekaisaran


Dia menambahkan, “Di sini kita menghadapi teologi kekaisaran, sebuah penyamaran atas superioritas, supremasi, keterpilihan, dan hak.”

“Teologi kekaisaran menjadi alat yang ampuh untuk menutupi penindasan dengan kedok sanksi ilahi,” kata pastor Palestina tersebut.

"Ini berbicara tentang tanah tanpa manusia. Ini membagi orang menjadi kami dan mereka. Ini tidak manusiawi dan menjelekkan. Konsep tanah tanpa manusia lagi padahal mereka tahu betul tanah ini punya manusia. Dan bukan sembarang orang, orang-orang yang sangat istimewa," paparnya.

Dia melanjutkan, “Teologi kekaisaran menyerukan pengosongan Gaza. Sama seperti seruan pembersihan etnis pada tahun 1948, sebuah keajaiban atau keajaiban ilahi sebagaimana mereka menyebutnya.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Eksepsi/Perlawanan Dokter...
Eksepsi/Perlawanan Dokter Tifa Dikabulkan Hakim: Bagaimana Nasib Perkara Ijazah Jokowi?
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved