AS Dihujat karena Memveto Resolusi PBB: 'Amerika Menghukum Mati Ribuan Orang Palestina...'

Sabtu, 09 Desember 2023 - 07:35 WIB
loading...
AS Dihujat karena Memveto...
AS dihujat karena memveto resolusi PBB yang serukan gencatan senjata di Gaza, Palestina. Gencatan senjata diserukan setelah lebih dari 17.000 warga Palestina tewas oleh invasi kejam Israel di Gaza. Foto/UN News
A A A
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) lagi-lagi membela Israel dengan memveto resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata ketika lebih dari 17.000 warga Palestina meninggal oleh invasi kejam Zionis Israel.

Langkah Amerika itu dihujat negara-negara anggota PBB lainnya, menganggapnya sebagai tindakan menghukum mati puluhan ribu warga sipil Palestina dengan militer Zionis sebagai eksekutornya.

"Rekan-rekan Amerika kami telah menghukum mati ribuan—bahkan puluhan ribu [warga sipil Palestina...bersama dengan para pekerja PBB yang berusaha membantu mereka. Sejarah akan menilai apa yang telah dilakukan Washington,” kesal Wakil Duta Tetap Pertama Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky.

Kecaman Polyansky ini menyusul pemungutan suara mengenai rancangan resolusi yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera di Jalur Gaza, Palestina.

Baca Juga: DK PBB Bakal Gelar Voting untuk Gencatan Senjata di Jalur Gaza

AS telah memveto rancangan resolusi tersebut. Tiga belas dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, termasuk Rusia dan China, menyetujui resolusi tersebut, sementara Inggris abstain.

Veto Amerika


Wakil Duta Tetap AS untuk PBB Robert Wood menyatakan bahwa resolusi tersebut “tidak sesuai dengan kenyataan.”

Dia mencatat bahwa dokumen resolusi tersebut gagal untuk mengutuk gerakan Palestina; Hamas, dan menegaskan kembali hak Israel untuk membela diri.

Polyansky menekankan bahwa Dewan Keamanan (DK) PBB tidak dapat menuntut gencatan senjata selama dua bulan. "Karena posisi Washington yang keras kepala, egois, dan destruktif.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Terinspirasi Perang...
Terinspirasi Perang Revolusi AS, Ribuan Demonstran Turun ke Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved