Kerap Menelan Korban Jiwa, Budaya Kerja '996' China Jadi Sorotan

Jum'at, 08 Desember 2023 - 11:19 WIB
loading...
Kerap Menelan Korban...
Budaya kerja 996 di China menjadi sorotan dunia karena kerap menelan korban jiwa. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Sebuah laporan Associated Press (AP) dari Miami tertanggal 15 November 2023 menyebutkan bahwa China memimpin daftar pelaku tindak kekerasan terhadap tenaga kerja, serupa dengan perbudakan, seperti yang terjadi dalam sejumlah kasus di kapal penangkap ikan di seluruh dunia.

Karl Marx mungkin terkejut jika masih hidup saat ini, karena dirinya pernah memimpikan masyarakat komunis di mana para pekerja akan bebas dari eksploitasi.

Laporan AP tersebut, dilakukan oleh organisasi nirlaba Financial Transparency Coalition asal Washington yang melacak aliran uang gelap, telah mendeteksi kondisi kerja paksa berbahaya, terkadang mirip perbudakan, di hampir 500 kapal industri penangkapan ikan di seluruh dunia. Seperempat dari kapal-kapal tersebut, yang diduga melakukan kekerasan terhadap pekerja, mengibarkan bendera Republik Rakyat China (RRC).

Armada perairan jauh China mendominasi penangkapan ikan di laut lepas, kata laporan itu. Perairan jauh merujuk pada wilayah tanpa hukum di luar yurisdiksi negara mana pun.

Baca Juga: 600 Pembelot Korea Utara yang Dideportasi China Dilaporkan Hilang

Kerja paksa di industri makanan laut tidak menarik perhatian publik karena hal ini jarang terlihat, namun ini merupakan "krisis hak asasi manusia yang meluas," kata laporan tersebut.

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) mengatakan para nelayan menghadapi ancaman kekerasan, jeratan utang, kerja lembur berlebihan, dan kondisi kerja paksa lainnya.

Mengutip Financial Post, Jumat (8/12/2023), laporan tersebut mengidentifikasi dua perusahaan China– ZheJiang Hairong Ocean Fisheries dan Pingtan Marine Enterprises–sebagai pelanggar terburuk dalam hal penyalahgunaan tenaga kerja di kapal penangkap ikan. Kedua perusahaan China tersebut, yang masing-masing memiliki 10 dan tujuh kapal, telah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Pada 2022, perusahaan Pingtan diberi sanksi oleh pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden atas tuduhan penangkapan ikan ilegal dan penyalahgunaan tenaga kerja, dan kemudian sahamnya dihapuskan dari Bursa Efek New York.

Industri makanan laut sampai saat ini lolos dari pengawasan terhadap penyalahgunaan tenaga kerja oleh Satuan Tugas Aksi Keuangan (Financial Action Task Force) yang dibentuk negara-negara demokrasi terkaya G7 karena kurangnya alat untuk mengatur apa yang terjadi ratusan mil jauhnya dari daratan.

Baca Juga: Tekad Xi Jinping Jadikan China Kekuatan Dunia Terhambat Isu Internal PLA

Budaya Kerja "996"


Kondisi ini menyedihkan bagi Partai Komunis China (PKC) yang bersumpah bekerja dengan semangat komunisme. Sayangnya, di China, kekerasan terhadap tenaga kerja tidak terbatas pada apa yang terjadi di laut lepas yang jauh dari jangkauan hukum.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Trump Murka Asap Kebakaran...
Trump Murka Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Sebagian Besar AS: Tak Bisa Diterima!
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
Berita Terkini
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved