Via Telepon, Menhan China dan Bos Pentagon Bahas Situasi di LCS

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 05:38 WIB
loading...
Via Telepon, Menhan...
Laut China Selatan. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper menyatakan keprihatinannya terkait aktivitas "destabilisasi" Beijing di dekat Taiwan dan Laut China Selatan (LCS) dalam panggilan telepon dengan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe. Demikian pernyataan yang dikeluarkan Pentagon.

Seruan itu muncul karena hubungan AS-China dengan cepat memburuk tahun ini karena berbagai masalah termasuk penanganan Beijing terhadap virus Corona, pembuat peralatan telekomunikasi Huawei, klaim teritorial China di Laut China Selatan, dan tindakan keras terhadap Hong Kong.

"Menteri Esper juga mengomunikasikan pentingnya RRC (Republik Rakyat China) mematuhi hukum, aturan, dan norma internasional serta memenuhi komitmen internasionalnya," kata juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa panggilan telepon tersebut berlangsung selama satu setengah jam.(Baca: Soal Laut China Selatan, Malaysia Tak Mau Terseret Konflik AS vs China )

Dia mengatakan Esper juga menegaskan kembali pentingnya hubungan yang konstruktif dan stabil seperti dilansir dari Reuters, Jumat (7/8/2020).

Kantor berita China, Xinhua, mengkonfirmasi pembicaraan via telepon keduanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Israel Gerah AS dan...
Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Rudy Poa Kembali Kibarkan...
Rudy Poa Kembali Kibarkan Merah Putih di Asia Cross Country Rally 2026, Delapan Kali Tampil Membela Indonesia
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved