Pertama Kalinya, Houthi Yaman Tembakkan Rudal ke Jet Tempur F-16 AS
Minggu, 23 Februari 2025 - 07:45 WIB
loading...
Kelompok Houthi Yaman untuk pertama kalinya menembakkan rudal permukaan-ke-udara ke jet tempur F-16 Amerika Serikat di atas Laut Merah. Foto/AF.mil
A
A
A
SANAA - Kelompok Houthi Yaman untuk pertama kalinya menembakkan rudal permukaan-ke-udara ke jet tempur F-16 Amerika Serikat (AS) di atas Laut Merah.
Menurut laporan Fox News pada Sabtu, serangan langka ini digambarkan para pejabat Amerika sebagai eskalasi signifikan dalam konflik yang sedang berlangsung antara kelompok yang didukung Iran tersebut dengan militer AS.
Laporan itu menyebutkan rudal yang ditembakkan tersebut meleset dari targetnya.
Houthi juga menembakkan rudal permukaan-ke-udara ke pesawat nirawak MQ-9 Reaper Amerika yang diterbangkan militer AS di atas Yaman pada 19 Februari 2025.
Baca Juga: Donald Trump Tetapkan Kembali Houthi Yaman sebagai Organisasi Teroris
Houthi sebelumnya telah menembak jatuh beberapa pesawat nirawak MQ-9 Reaper selama setahun terakhir. Setiap pesawat nirawak ini berharga sekitar USD32 juta, menurut laporan Kongres Amerika.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump kembali menetapkan Houthi sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO) atas serangan mereka terhadap kapal-kapal kargo di Laut Merah dan yang terkait dengan Israel sebagai dukungan mereka terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Menurut laporan Fox News pada Sabtu, serangan langka ini digambarkan para pejabat Amerika sebagai eskalasi signifikan dalam konflik yang sedang berlangsung antara kelompok yang didukung Iran tersebut dengan militer AS.
Laporan itu menyebutkan rudal yang ditembakkan tersebut meleset dari targetnya.
Houthi juga menembakkan rudal permukaan-ke-udara ke pesawat nirawak MQ-9 Reaper Amerika yang diterbangkan militer AS di atas Yaman pada 19 Februari 2025.
Baca Juga: Donald Trump Tetapkan Kembali Houthi Yaman sebagai Organisasi Teroris
Houthi sebelumnya telah menembak jatuh beberapa pesawat nirawak MQ-9 Reaper selama setahun terakhir. Setiap pesawat nirawak ini berharga sekitar USD32 juta, menurut laporan Kongres Amerika.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump kembali menetapkan Houthi sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO) atas serangan mereka terhadap kapal-kapal kargo di Laut Merah dan yang terkait dengan Israel sebagai dukungan mereka terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Lihat Juga :