Kapal Rusia, Pemilik Amonium Nitrat yang Jadi Tragedi di Beirut
Kamis, 06 Agustus 2020 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka seharusnya segera menyingkirkan kapal itu, alih-alih menyita dan menuntut biaya untuk menyimpannya," kata Prokoshev kepada RFE/RL.
"Kedua, kita berbicara tentang amonium nitrat di sini. Mereka bisa saja menggunakannya untuk ladang (pertanian) mereka. Tidak ada yang mengklaimnya, yang berarti itu bukan milik siapa-siapa," kata Prokoshev.
Pihak berwenang Lebanon masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menyebabkan ledakan besar tersebut. Mereka belum mengumumkan apa yang mereka anggap sebagai penyebab pasti dari tragedi itu.
Namun, LBCI-TV Lebanon melaporkan pada 5 Agustus bahwa, menurut informasi awal, api yang memicu ledakan dimulai secara tidak sengaja oleh tukang las yang menutup celah yang memungkinkan masuknya orang tanpa izin ke dalam gudang.
LBCI-TV, dalam laporannya, mengatakan percikan api dari obor tukang las diduga telah menyalakan kembang api yang disimpan di sebuah gudang, yang pada gilirannya meledakkan muatan ammonium nitrat di dekatnya yang telah diturunkan dari MV Rhosus beberapa tahun sebelumnya.
Pakar independen mengatakan awan oranye yang mengikuti ledakan besar pada 4 Agustus kemungkinan besar dari gas nitrogen dioksida beracun yang dilepaskan setelah ledakan yang melibatkan amonium nitrat.
Di kota yang hancur pada 5 Agustus itu, Palang Merah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Lebanon agar pihak kamar mayat mengambil korban meninggal karena rumah sakit kewalahan.
Dengan ribuan orang terluka di rumah sakit dan banyak orang lainnya yang masih terkubur di bawah puing-puing bangunan, jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat.
Gubernur Beirut, Marwan Abboud, mengatakan bahwa sebanyak 250.000 orang kehilangan rumah mereka akibat ledakan hebat itu.
Dia mengatakan pihak berwenang telah meluncurkan operasi kemanusiaan besar-besaran untuk menyediakan makanan, air, dan tempat berlindung bagi mereka yang mengungsi.
"Kedua, kita berbicara tentang amonium nitrat di sini. Mereka bisa saja menggunakannya untuk ladang (pertanian) mereka. Tidak ada yang mengklaimnya, yang berarti itu bukan milik siapa-siapa," kata Prokoshev.
Pihak berwenang Lebanon masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menyebabkan ledakan besar tersebut. Mereka belum mengumumkan apa yang mereka anggap sebagai penyebab pasti dari tragedi itu.
Namun, LBCI-TV Lebanon melaporkan pada 5 Agustus bahwa, menurut informasi awal, api yang memicu ledakan dimulai secara tidak sengaja oleh tukang las yang menutup celah yang memungkinkan masuknya orang tanpa izin ke dalam gudang.
LBCI-TV, dalam laporannya, mengatakan percikan api dari obor tukang las diduga telah menyalakan kembang api yang disimpan di sebuah gudang, yang pada gilirannya meledakkan muatan ammonium nitrat di dekatnya yang telah diturunkan dari MV Rhosus beberapa tahun sebelumnya.
Pakar independen mengatakan awan oranye yang mengikuti ledakan besar pada 4 Agustus kemungkinan besar dari gas nitrogen dioksida beracun yang dilepaskan setelah ledakan yang melibatkan amonium nitrat.
Di kota yang hancur pada 5 Agustus itu, Palang Merah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Lebanon agar pihak kamar mayat mengambil korban meninggal karena rumah sakit kewalahan.
Dengan ribuan orang terluka di rumah sakit dan banyak orang lainnya yang masih terkubur di bawah puing-puing bangunan, jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat.
Gubernur Beirut, Marwan Abboud, mengatakan bahwa sebanyak 250.000 orang kehilangan rumah mereka akibat ledakan hebat itu.
Dia mengatakan pihak berwenang telah meluncurkan operasi kemanusiaan besar-besaran untuk menyediakan makanan, air, dan tempat berlindung bagi mereka yang mengungsi.
(min)
Lihat Juga :