Sekjen PBB Tepis Tudingan Israel Benarkan Serangan Hamas
Kamis, 26 Oktober 2023 - 05:38 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Foto/UN
A
A
A
NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres terlibat perselisihan sengit dengan Israel terkait pernyataannya. Guterres mengaku terkejut bahwa pemerintah Israel telah salah mengartikan pernyataan yang dia sampaikan kepada PBB yang menyatakan bahwa dia membenarkan serangan Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober.
Israel sangat marah karena Guterres mengatakan bahwa serangan Hamas tidak bisa dilihat dalam ruang hampa, namun terjadi setelah pendudukan selama beberapa dekade.
“Penting juga untuk menyadari bahwa serangan Hamas tidak terjadi dalam ruang hampa. Rakyat Palestina telah menjadi sasaran pendudukan yang menyesakkan selama 56 tahun,” kata pria Portugal itu kepada Dewan Keamanan PBB, Selasa atau Rabu kemarin.
Baca Juga: Sekjen PBB Sebut Tindakan Hamas karena Pendudukan 56 Tahun, Israel Marah
Guterres juga menuduh Israel jelas-jelas melakukan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan di Jalur Gaza, dan bersikeras bahwa gencatan senjata kemanusiaan adalah hal yang penting, sebuah posisi yang hampir diterima oleh Amerika Serikat (AS) meskipun mereka tidak menggunakan istilah gencatan senjata, melainkan “jeda kemanusiaan”.
Israel sangat marah karena Guterres mengatakan bahwa serangan Hamas tidak bisa dilihat dalam ruang hampa, namun terjadi setelah pendudukan selama beberapa dekade.
“Penting juga untuk menyadari bahwa serangan Hamas tidak terjadi dalam ruang hampa. Rakyat Palestina telah menjadi sasaran pendudukan yang menyesakkan selama 56 tahun,” kata pria Portugal itu kepada Dewan Keamanan PBB, Selasa atau Rabu kemarin.
Baca Juga: Sekjen PBB Sebut Tindakan Hamas karena Pendudukan 56 Tahun, Israel Marah
Guterres juga menuduh Israel jelas-jelas melakukan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan di Jalur Gaza, dan bersikeras bahwa gencatan senjata kemanusiaan adalah hal yang penting, sebuah posisi yang hampir diterima oleh Amerika Serikat (AS) meskipun mereka tidak menggunakan istilah gencatan senjata, melainkan “jeda kemanusiaan”.
Lihat Juga :